Standar Kelas Dunia! RSUD I Lagaligo Pertajam Skill Tenaga Medis Lewat Pelatihan Analisis Gas Darah
Jumat, 13 Maret 2026, Jam : 11.52 WITA
Oleh : Indra Gunawan Editor : Andi Barapi
LUWU TIMUR, HnmIndonesia.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo terus menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang unggul di Luwu Timur. Pada Jumat (13/03/2026), rumah sakit kebanggaan masyarakat Bumi Batara Guru ini menggelar pelatihan intensif mengenai teknik pengambilan sampel darah arteri atau yang dikenal dengan istilah Analisis Gas Darah (AGD).
Pelatihan yang berlangsung di lingkungan RSUD I Lagaligo ini bukan sekadar rutinitas medis biasa. Langkah ini merupakan strategi besar pihak manajemen untuk memastikan setiap tindakan medis, sekecil apa pun, dilakukan dengan akurasi tinggi demi keselamatan pasien (patient safety) dan kualitas pelayanan yang prima.
Menghadirkan Pakar: Membedah Akurasi di Ruang Kritis
Kegiatan ini terasa istimewa dengan hadirnya narasumber berkompeten, Iptu. dr. Angelina Sutjianto, M.Kes., Sp.PK., M.H. Sebagai spesialis patologi klinik, ia memaparkan materi krusial mengenai prosedur pungsi arteri yang sesuai standar medis internasional.
Peserta pelatihan ini pun tidak sembarangan. Mereka adalah para ujung tombak pelayanan di garda terdepan, terdiri dari dokter umum serta perawat yang bertugas di unit-unit vital seperti ICU (Intensive Care Unit) dan NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Di kedua ruangan ini, akurasi hasil laboratorium bisa menjadi penentu antara hidup dan mati seorang pasien.
Urgensi Analisis Gas Darah: Lebih dari Sekadar Ambil Darah
Dalam sambutannya saat membuka acara, Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, Sp.PK., menekankan bahwa pengambilan darah arteri memiliki tingkat kesulitan dan risiko yang lebih tinggi dibandingkan pengambilan darah vena biasa.
”Peran tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki kewenangan dalam melakukan tindakan ini sangat vital. Kita tidak boleh main-main dengan prosedur medis di ruang kritis. Ketepatan pengambilan sampel akan menentukan ketepatan diagnosis dokter,” tegas dr. Irfan.
Pemeriksaan AGD sendiri merupakan prosedur untuk mengukur kadar oksigen, karbon dioksida, dan tingkat keasaman (pH) dalam darah. Informasi ini sangat krusial bagi dokter dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan akut, gagal jantung, hingga gangguan metabolik berat. Sedikit saja kesalahan dalam teknik pengambilan—seperti masuknya gelembung udara atau tercampurnya darah vena—dapat menyebabkan hasil laboratorium menjadi bias dan berisiko pada kesalahan penanganan medis.
Strategi Mutu Pelayanan dan Optimalisasi Klaim BPJS
Selain aspek klinis, dr. Irfan juga mengungkapkan sisi manajerial yang tak kalah penting. Peningkatan kompetensi tenaga medis dalam melakukan prosedur AGD secara mandiri dan tepat diharapkan dapat mendukung efisiensi rumah sakit, termasuk dalam hal administrasi dan klaim pelayanan melalui BPJS Kesehatan.
”Kemampuan teknis yang tersertifikasi dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) akan memudahkan proses verifikasi klaim. Dengan pelayanan yang terdokumentasi dengan baik dan dilakukan oleh tenaga yang kompeten, rumah sakit bisa lebih optimal dalam mengelola sumber daya, yang ujung-ujungnya akan kembali dinikmati masyarakat dalam bentuk fasilitas yang lebih lengkap,” tambahnya.
Pelatihan Berbasis Praktek: Aman, Akurat, dan Profesional
Pelatihan ini didesain secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam mengenai anatomi pembuluh darah arteri, manajemen nyeri bagi pasien saat penyuntikan, hingga cara penanganan sampel agar tetap stabil hingga sampai di laboratorium.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini meliputi:
- Teknik Pungsi yang Aman: Meminimalisir risiko hematoma (pembengkakan darah) dan cedera saraf pada pasien.
- Identifikasi Lokasi Arteri: Ketepatan menentukan posisi arteri radialis, brakialis, atau femoralis.
- Standarisasi Medis: Menyeragamkan cara kerja perawat di ICU dan NICU agar memiliki kualitas yang setara.
Mewujudkan Visi RSUD I Lagaligo Menjadi Pilihan Utama
Melalui kegiatan ini, RSUD I Lagaligo ingin mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat bahwa mereka terus berbenah. Profesionalisme tenaga kesehatan diukur dari kemauan mereka untuk terus belajar dan memperbarui ilmu pengetahuan sesuai perkembangan teknologi kedokteran.
Dengan tenaga kesehatan yang semakin mahir dalam melakukan Analisis Gas Darah, waktu tunggu diagnosis di ruang ICU dan NICU dapat dipangkas. Penanganan pasien kritis pun bisa dilakukan lebih cepat dan akurat, yang secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup pasien.
”Kami ingin warga Luwu Timur merasa aman dan percaya sepenuhnya ketika dirawat di sini. Kami terus mengasah ‘pisau’ kemampuan kami agar pelayanan yang diberikan selalu tajam dan tepat sasaran,” ujar salah satu perawat peserta pelatihan dengan semangat.


Tinggalkan Balasan