Ancaman Tsunami Besar Intai Sulawesi, Ini Peta Jalur Gelombang Hingga Sulsel
Jumat 01 Mei 2026, 11:28 WITA
Redaksi
MAKASSAR, hnmindonesia.com, –Ancaman tsunami besar di Sulawesi kembali menjadi perhatian serius setelah temuan patahan aktif dan aktivitas gempa yang meningkat di kawasan timur Indonesia.
Wilayah ini diketahui berada di pertemuan beberapa lempeng aktif, termasuk zona subduksi Laut Maluku dan sesar-sesar lokal yang sangat kompleks.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa potensi gempa besar di Sulawesi selalu ada dan dapat memicu tsunami.
“Jika sumber gempa berada di laut, maka potensi tsunami sangat mungkin terjadi,” ujarnya.
Daryono mengingatkan masyarakat agar memahami tanda-tanda alami tsunami.
“Jika gempa terasa kuat lebih dari 20 detik, segera menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan resmi,” katanya.
Peta Jalur Tsunami: Dari Utara Sulawesi Menyebar ke Selatan
Berdasarkan pemodelan BMKG dan sejumlah penelitian, jalur tsunami di Sulawesi umumnya berasal dari Zona Subduksi Sulawesi Utara & Laut Maluku (sumber utama gempa megathrust). Sesar Palu-Koro (memicu tsunami lokal cepat seperti 2018).
Zona Laut Sulawesi dan Teluk Tomini Gelombang tsunami dari utara Sulawesi dapat menyebar ke berbagai arah, tergantung kekuatan gempa dan bentuk dasar laut.
Pemodelan menunjukkan, pada skenario gempa besar (M>8), gelombang tsunami bisa mencapai tinggi 7–15 meter dengan run-up hingga 18 meter di wilayah pesisir tertentu, serta masuk daratan hingga lebih dari 1 kilometer.
Selain itu, waktu tiba tsunami bisa sangat cepat, bahkan sekitar 15–20 menit setelah gempa, terutama di wilayah dekat sumber.
Bagaimana Dampaknya ke Sulsel?
Meski sumber utama berada di utara, gelombang tsunami berpotensi merambat ke selatan Sulawesi, termasuk wilayah, Teluk Bone, dan Luwu Raya.
Secara ilmiah, bentuk teluk seperti Teluk Bone dapat memperkuat gelombang tsunami melalui efek “funneling” atau corong, sehingga energi air terfokus ke daratan. Artinya, meskipun Sulsel bukan pusat gempa, wilayah pesisir tetap memiliki risiko terdampak.
Berdasarkan data BMKG, Sulawesi merupakan zona rawan Tsunami
Data pemerintah menunjukkan, wilayah Sulawesi telah mengalami puluhan kejadian tsunami dalam sejarahnya.
Bahkan, seluruh pesisir Sulawesi Utara dikategorikan sebagai daerah rawan tsunami, akibat aktivitas subduksi dan sesar aktif.
Pada April 2026, gempa magnitudo 7,6 di wilayah Sulawesi Utara juga sempat memicu peringatan tsunami dengan potensi gelombang hingga 0,5–3 meter di beberapa wilayah pesisir. Yang menjadi perhatian, tsunami di Sulawesi tidak selalu dipicu gempa besar.
Kasus Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah tahun 2018 menunjukkan bahwa, tsunami bisa terjadi akibat longsor bawah laut yang terjadi sangat cepat tanpa peringatan panjang, dampaknya bisa sangat mematikan di wilayah teluk sempit.
Kesiapsiagaan Sulsel Jadi Kunci
Pakar menilai, wilayah pesisir Sulawesi Selatan masih perlu meningkatkan mitigasi, diantaranya Jalur evakuasi belum merata, Edukasi tsunami masih minim dan Shelter evakuasi yang masih terbatas.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didorong mempercepat pembangunan sistem mitigasi di wilayah rawan.
Peta jalur tsunami menunjukkan bahwa ancaman tidak hanya berada di Sulawesi Utara, tetapi bisa menjalar ke seluruh sisi pulau, termasuk Sulawesi Selatan.
Ancaman mungkin tidak terjadi setiap saat, namun kesiapsiagaan menjadi faktor penentu keselamatan.


Tinggalkan Balasan