HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Aliansi Mahasiswa Desak Kejati Sulsel Usut Total Proyek Islamic Center Malili, Anggaran Capai Puluhan Miliar

admin - 2693 Dilihat

Sabtu 18 April 2026, 12:20 WITA

Oleh: Redaksi

 

MAKASSAR, hnmindonesia.com, – Aliansi mahasiswa mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan membentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan korupsi proyek pembangunan Islamic Center Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Desakan itu disampaikan saat aksi unjuk rasa di Makassar, Jumat (17/04/2026) kemarin.

Dalam orasinya, massa meminta aparat penegak hukum tidak hanya menelusuri proses pembangunan fisik, tetapi juga memeriksa seluruh tahapan proyek sejak awal.

Mahasiswa menegaskan, penyelidikan harus dimulai dari proses pembebasan lahan hingga pelaksanaan pembangunan. Menurut mereka, seluruh rangkaian proyek wajib dibuka secara terang kepada publik agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan anggaran.

Jangan hanya fokus pada bangunan yang rusak. Kami minta diusut dari awal, mulai pembebasan lahan, proses tender, pengerjaan proyek sampai bangunan berdiri,” tegas mahasiswa dalam aksi tersebut.

Pembangunan Islamic Center Malili mulai dikerjakan secara bertahap sejak 2022. Proyek tersebut berjalan pada masa pemerintahan Bupati Luwu Timur saat itu, Budiman bersama Wakil Bupati Akbar Andi Leluasa.

Pada tahap awal, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp14,6 miliar untuk memulai pembangunan. Selanjutnya proyek berlanjut ke beberapa tahap lanjutan dengan tambahan anggaran miliaran rupiah.

Sejumlah sumber menyebut total pembiayaan pembangunan Islamic Center Malili mencapai kisaran Rp43,6 miliar hingga Rp46 miliar sampai tahap penyelesaian. Pemerintah daerah kala itu berperan sebagai pihak penganggar, pelaksana kebijakan pembangunan, serta penanggung jawab proyek melalui organisasi perangkat daerah terkait.

Mahasiswa menilai besarnya anggaran tersebut harus sejalan dengan kualitas bangunan. Namun, muncul sorotan setelah sebagian bangunan dikabarkan mengalami kerusakan, termasuk pada bagian plafon, padahal belum lama difungsikan.

Selain meminta penyelidikan menyeluruh, massa juga mendesak kejaksaan memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan, proses tender, pengawasan, hingga pelaksanaan proyek.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa spanduk dan bergantian menyampaikan orasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, dugaan korupsi pembangunan Islamic Center, Malili mulai diselidiki Polisi. Hal itu disampaikan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Luwu Timur, AKP Jhody Darma.

Dalam keterangannya, Jhody memastikan akan menyelidiki kasus ini secara profesional.

Ini kami atensi dan Unit Tipidkor sedang mengumpulkan data dan keterangan. Kami pastikan akan bekerja profesional,” kata Jhody Darma, belum lama ini.

Terpisah, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam mengaku sudah memerintahkan Inspektorat untuk turun melakukan audit.

“Inspektorat kami minta lakukan audit internal,” kata Irwan.

Bupati meminta semua pihak untuk menghargai proses yang tengah berjalan dan berharap, Islamic Center Malili bisa menjadi ikon Luwu Timur.(***)

____________________

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini