Putra Luwu Bersinar di MTQ Nasional, Pilih Wakili Gowa Demi Asah Prestasi
Minggu 19 April 2026, 11:37 WITA
Oleh: Adi Barapi
LUWU, hnmindonesia.com, – Ahmad Mujahidin (12), qari cilik asal Luwu, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 cabang Tilawah Anak-Anak pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ke-XXXIV dan melaju ke tingkat nasional. Meski lahir, besar, dan bersekolah di Luwu, Ahmad justru tampil membawa nama Kabupaten Gowa.
Ahmad merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Bakatnya di bidang Al-Qur’an tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dua kakaknya bahkan telah lebih dulu menjadi hafiz. Saat ini, Ahmad masih duduk di bangku kelas 6 SDN Radda, Luwu.
Sang ibu, Hasma Yusuf, menegaskan bahwa keputusan Ahmad mewakili Gowa bukan dilatarbelakangi konflik atau kekecewaan terhadap pihak mana pun. Ia menyebut keikutsertaan tersebut murni karena adanya tawaran dari keluarga mereka di Gowa untuk mengikuti MTQ yang digelar di Kabupaten Maros.
“Tidak ada yang mau disalahkan. Ini murni tawaran keluarga, dan kami hanya ingin Ahmad punya kesempatan lebih untuk mengasah kemampuannya,” ujar Hasma.
Ia juga secara tegas menyampaikan tidak menyalahkan pihak mana pun. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana potensi anaknya terus berkembang dan mendapatkan panggung yang tepat.
Perjalanan Ahmad di dunia MTQ sendiri sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Ia pernah mengikuti MTQ di Kamanre dan meraih juara 2, serta tampil di Palopo dengan hasil juara 1. Terkait hasil di Kamanre, Hasma mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan anaknya hanya berada di posisi kedua.
“Saya juga tidak paham kenapa waktu di Kamanre hanya juara dua. Tapi itu bagian dari proses. Yang penting Ahmad terus belajar,” katanya.
Kini, keberhasilan Ahmad hingga menembus tingkat nasional menjadi bukti bahwa proses tersebut membuahkan hasil. Dengan kemampuan tilawah yang matang di usia muda, ia mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah.
Kisah Ahmad Mujahidin menjadi gambaran bahwa di balik sebuah prestasi, ada perjalanan panjang, pilihan, dan kesempatan. Ia tumbuh dan ditempa di Luwu, namun panggung yang mengantarkannya bersinar datang dari Gowa.
Lebih dari sekadar soal asal dan perwakilan, Ahmad telah membuktikan dirinya sebagai generasi Qurani berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah di mana pun ia berdiri.


Tinggalkan Balasan