HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Niat Melerai, Tukang Bangunan Malah Dikeroyok dan Ditarik di Jalan

admin - 153 Dilihat

Minggu 3 Mei 2026, 22:00 WITA

Redaksi

 

LUWU, hnmindonesia.com – Nasib apes dialami seorang tukang bangunan di Kabupaten Luwu. Saat mencoba melerai keributan, korban justru menjadi sasaran pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan lima orang pria.

Dalam rekaman video yang diterima redaksi, korban tampak dikepung lalu dipukuli secara membabi buta di tepi jalan umum. Korban bahkan terlihat ditarik di jalan sambil terus menerima pukulan dari para pelaku.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat sejumlah pelaku mendatangi rumah tempat korban bekerja karena diduga memiliki selisih paham dengan pemilik rumah tersebut.

Ilyas, saksi korban mengatakan, para pelaku awalnya memasuki halaman rumah sambil marah-marah. Korban yang saat itu hanya bekerja di lokasi kemudian berusaha melerai dan menenangkan situasi agar tidak terjadi keributan.

Korban ini cuma mau melerai, tidak ada masalah sama sekali dengan para pelaku. Tapi justru dia yang jadi sasaran pengeroyokan,” ujar Ilyas.

Namun upaya korban untuk melerai justru berujung petaka. Korban yang tidak memiliki persoalan dengan para pelaku malah menjadi sasaran amukan di depan warga.

 

Warga sekitar sempat berupaya menghentikan aksi brutal tersebut, namun para pelaku tetap melakukan pemukulan terhadap korban.

 

Baca Juga: https://hnmindonesia.com/2026/05/01/mandulnya-penegakan-hukum-thm-ilegal-di-luwu-utara-beroperasi-tanpa-tindakan/

 

Usai kejadian, korban didampingi keluarganya melapor ke Polsek Belopa. Dari lima terduga pelaku, tiga orang telah diamankan dan ditahan polisi, sementara dua lainnya hingga kini masih berkeliaran.

Ironisnya, di tengah proses hukum yang berjalan, korban disebut terus didatangi dan dibujuk oleh kerabat para pelaku agar berdamai serta mencabut laporan polisi.

Tangkap dulu semua pelaku yang terlibat, jangan paksa korban untuk berdamai sementara sebagian pelakunya belum ditangkap,” tegas Ilyas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini