HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Prosesi Mappesabbi Tandai Awal Peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 di Kedatuan Luwu

admin - 103 Dilihat

 

LUWU, HNMIndonesia.com, – Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu melaksanakan prosesi adat mappesabbi sebagai tanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80, yang berlangsung di Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Rabu (21/1/2026).

Prosesi tersebut dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, bersama para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat se-Kabupaten Luwu. Dalam kesempatan itu, rombongan menghadap dan menyampaikan penghormatan kepada Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau, serta Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Rudi menjelaskan maksud kedatangan jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu ke Kedatuan Luwu sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan restu dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan HJL dan HPRL.

“Kami hadir bersama pimpinan OPD, para camat dan kepala desa untuk menyampaikan rasa syukur serta kebahagiaan dalam memperingati Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80,” ungkapnya.

Prosesi mappesabbi merupakan tradisi adat yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan HJL dan HPRL, di mana panitia secara resmi menyampaikan maksud pelaksanaan peringatan kepada Datu Luwu sebagai pemangku adat tertinggi di Kedatuan Luwu.

Setelah prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan tudang ade di SalassaE Kedatuan Luwu. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala daerah se-Tana Luwu, unsur Forkopimda, Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN), serta Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) dari berbagai daerah di Indonesia.

Tudang ade merupakan forum musyawarah adat yang mempertemukan unsur pemerintah, Kedatuan Luwu, pemangku adat, serta tokoh masyarakat untuk membahas berbagai persoalan kemasyarakatan dan adat istiadat. Tradisi ini menjadi simbol sinergi antara sistem pemerintahan modern dengan nilai-nilai budaya Luwu.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi mappakurusumange dari Ana’ TelluE, yakni kirab dari Masjid Agung Luwu Palopo menuju Istana Kedatuan Luwu untuk diantar ke LangkanaE.

Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Pameran Bassi Luwu serta pembukaan Kampung Budaya, UMKM, dan Pasar Murah yang diselenggarakan oleh BPP KKLR, BPW KKLR Sulsel, dan Universitas Andi Djemma di halaman Istana Kedatuan Luwu.

Sementara pada malam harinya digelar Royal Dinner Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara sebagai ajang silaturahmi para raja dan sultan dari berbagai daerah di Nusantara.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Kamis (22/1/2026) dengan agenda musyawarah internal FSKN serta jamuan makan siang FSKN yang diselenggarakan oleh Bupati Luwu di Rumah Jabatan Bupati Luwu di Belopa.

Adapun puncak peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 akan digelar pada Jumat (23/1/2026) melalui prosesi adat Makkasawiang/Mabbalisumange dan Mappangolo Lise Rakki, yakni prosesi menghadapkan isi rakki ke hadapan Datu Luwu oleh perwakilan daerah, yang kemudian dilanjutkan dengan Mappasisele Lise Rakki sebagai simbol kebersamaan antara Kedatuan Luwu dan pemerintah daerah.

Puncak acara juga dirangkaikan dengan prosesi Manre Saperra, yaitu makan bersama di atas bentangan kain panjang sebagai lambang kesetaraan dan pelepasan nazar.

Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, akan digelar Malam Puncak Peringatan HJL dan HPRL melalui Anugerah Budaya Luwu 2026 yang berlangsung di halaman Istana Kedatuan Luwu.

Melalui momentum peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta budaya Luwu sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini