HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Banjir dan Puting Beliung Landa Larompong, Perahu Nelayan Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi

admin - 973 Dilihat

 

Jumat 08 Mei 2026, 10:39 WITA

Redaksi

 

 

LUWU, hnmindonesia.com – Cuaca buruk melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir dan angin puting beliung di Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan.

 

Banjir merendam sejumlah rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat. Di beberapa titik, genangan air juga menghambat arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi akibat tingginya debit air yang meluap ke badan jalan.

Baca Juga:

https://hnmindonesia.com/2026/05/08/banjir-di-larompong-puluhan-rumah-terendam/

Selain banjir, angin puting beliung dilaporkan menerjang permukiman warga di wilayah pesisir Larompong Selatan. Sejumlah atap rumah warga rusak diterbangkan angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada aktivitas nelayan. Beberapa perahu nelayan dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan Teluk Bone. Warga pesisir memilih menghentikan sementara aktivitas melaut karena kondisi ombak dinilai membahayakan keselamatan.

Nurdin, salah seorang warga Larompong mengatakan hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari hingga menyebabkan air cepat meluap ke permukiman warga.

 

Air naik sangat cepat, sebagian rumah mulai terendam sejak pagi. Angin juga sangat kencang sampai ada atap rumah warga yang rusak,” ujarnya.

 

Ia juga mengaku khawatir dengan kondisi cuaca yang belum membaik, terutama bagi warga pesisir yang menggantungkan hidup sebagai nelayan.

 

Nelayan sekarang takut melaut karena ombak besar. Ada juga perahu yang tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi,” katanya.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan. BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Luwu dan wilayah sekitarnya.

 

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia, termasuk wilayah perairan Sulawesi Selatan. Gelombang kategori sedang hingga tinggi diperkirakan masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan akibat kondisi angin yang cukup kuat di wilayah perairan.

 

Dalam prakiraan cuaca sepekan ke depan, BMKG menyebutkan Sulawesi Selatan masih berpotensi diguyur hujan meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

 

Aktivitas atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer disebut masih mempengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.

 

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah pesisir, bantaran sungai, serta pengguna transportasi laut.