MAROS,HnmIndonesia.com – Semangat optimisme menyelimuti Kafilah Kabupaten Luwu Timur dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026. Memasuki hari ketiga kompetisi, duta Bumi Batara Guru tersebut menunjukkan performa tangguh pada cabang Khat Naskah dan Tafsir Bahasa Indonesia.

Perlombaan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama, Maros, pada Senin (13/4/2026) tersebut berlangsung khidmat namun penuh tantangan.

Cabang Khat Naskah menjadi salah satu titik perhatian utama. Dua delegasi Luwu Timur, Amr Hidayat (K2) dan Fitriani (K5), harus berjuang mengeksplorasi keindahan kaligrafi di bawah pengawasan ketat panitia.

Koordinator Pembimbing Kafilah Luwu Timur, Muh. Yunus, menjelaskan bahwa aturan lomba kali ini sangat menuntut kemandirian peserta. Sejak dimulai pukul 08.00 WITA hingga tenggat waktu pukul 16.00 WITA, para peserta dilarang keras berinteraksi dengan pihak luar, termasuk pendamping.

“Selama proses berlangsung, official tidak diperkenankan mendekat. Ini benar-benar menguji mental, kemandirian, dan ketajaman teknik para peserta kita,” ujar Yunus saat meninjau lokasi.

Selain kaligrafi, Luwu Timur juga menaruh harapan besar pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia. Utusan daerah, Asmaul Husna (T61), dilaporkan telah menuntaskan penampilannya dengan lancar di hadapan dewan hakim.

Muh. Yunus yang memantau langsung jalannya lomba menyatakan kepuasannya atas performa para peserta. Menurutnya, persiapan matang yang dilakukan sebelum keberangkatan menjadi modal utama kepercayaan diri mereka.

“Alhamdulillah, kondisi peserta sangat bugar dan fokus. Untuk Tafsir, peserta kita sudah tampil maksimal. Sekarang kita tinggal bertawakal dan menunggu hasil penilaian dewan hakim. Kami optimis hasil terbaik akan diraih,” tambahnya.

Kafilah Luwu Timur terus menunjukkan konsistensi dalam setiap cabang yang diikuti pada MTQ kali ini. Kehadiran tim pembimbing di lokasi lomba menjadi suntikan moral bagi para peserta agar tetap tenang dan memberikan hasil yang membanggakan bagi daerah.

Masyarakat Luwu Timur kini menanti kabar baik dari hasil penilaian akhir, berharap prestasi gemilang dapat diukir di tanah Maros sebagai bukti pembinaan keagamaan yang berjalan baik di Bumi Batara Guru.