Bappelitbangda Sulsel Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis 2026, Libatkan 30 OPD dan Lembaga
Jumat, 8 Mei 2026 , Jam 8.30 WITA
Redaksi
Makassar,HnmIndonesia.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan semakin serius mematangkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026. Melalui Bappelitbangda Sulsel, digelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan MBG 2026 pada Kamis, 7 Mei 2026, di Kantor Bappelitbangda Sulsel, Makassar.
Rakor ini menjadi langkah kunci memperkuat sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pelaksanaan MBG berjalan optimal dan tepat sasaran di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang masuk dalam Asta Cita keempat Presiden RI. Program ini bertujuan memperkuat pembangunan SDM dan sektor kesehatan menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda Sulsel, Erlan Triska, menekankan pentingnya sinkronisasi antarinstansi.
“Kita harus perkuat sistem monitoring dan evaluasi. Seluruh OPD wajib aktif melengkapi laporan triwulan sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan MBG ke depan makin efektif,” tegas Erlan.
Sesuai arahan Kemendagri, Bappelitbangda Sulsel ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan monitoring MBG di wilayah Sulsel.
Dalam rakor tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Makassar hadir sebagai narasumber dan memaparkan teknis pelaksanaan MBG Tahun Anggaran 2026.
Program lintas sektor ini tidak hanya menyasar peserta didik mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga santri pesantren. Kelompok nonpeserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi penerima manfaat utama.
Untuk mendukung program berskala besar ini, pemerintah daerah didorong mempercepat beberapa hal strategis:
• Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) • Penyediaan data penerima manfaat yang akurat • Peningkatan edukasi gizi ke masyarakat • Pengelolaan limbah makanan yang berkelanjutan • Optimalisasi peran posyandu di tingkat desa/kelurahan
Dorong Ekonomi Lokal
Selain meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, MBG juga diharapkan menggerakkan roda ekonomi lokal. Program ini akan melibatkan petani, peternak, nelayan, dan UMKM pangan lokal sebagai penyedia bahan baku makanan bergizi.
Rakor dihadiri sekitar 30 instansi terkait, antara lain perwakilan Kanwil Kemenag Sulsel, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Dinas Ketahanan Pangan, serta Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sulsel.
Dengan koordinasi lintas sektor yang makin solid, Pemprov Sulsel optimistis Program Makan Bergizi Gratis 2026 dapat berjalan efektif.
“Ini bukan sekadar program bagi-bagi makanan. MBG adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Sulsel yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutup Erlan.
Sulawesi Selatan kini terus memperkuat kesiapan daerah demi memastikan manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat, dari kota hingga pelosok desa.


Tinggalkan Balasan