Gubernur Sulsel Tinjau Langsung Banjir Bone, Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar dan Santunan untuk Korban
Sabtu, 9 Mei 2026, Jam : 10.30
Redaksi
BONE, SULSEL, HnmIndonesia.com – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turun langsung meninjau lokasi banjir yang merendam Kabupaten Bone, Sabtu (9/5/2026). Dalam kunjungannya, Gubernur menyerahkan bantuan kedaruratan senilai Rp1 miliar, 500 paket sembako, serta santunan bagi keluarga korban jiwa.
Bencana banjir melanda Bone usai hujan deras mengguyur sejak Kamis malam (7/5/2026). Tiga kecamatan terdampak cukup parah, yaitu Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, dan Tanete Riattang Barat. Sejumlah kelurahan seperti Panyula, Biru, Masumpu, Toro, hingga Bajoe di Watampone terendam sejak Jumat pagi (8/5/2026).
Sampaikan Duka dan Bantuan Pemulihan
Didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasludin, Gubernur Andi Sudirman mengunjungi Posko Utama di Kelurahan Panyula. Di sana, ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua warga, yakni seorang lansia perempuan dan bocah laki-laki berusia 6 tahun.
“Hari ini kita melihat langsung lokasi bencana sekaligus menyampaikan duka mendalam kepada keluarga dua korban jiwa. Pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat,” tegas Andi Sudirman.
Tak hanya santunan, Pemprov Sulsel juga mengucurkan dana tanggap darurat Rp1 miliar kepada Pemkab Bone. Bantuan ini difokuskan untuk percepatan penanganan pascabencana dan pemulihan wilayah terdampak.
“Kami berikan bantuan Rp1 miliar untuk mendukung proses recovery di beberapa kecamatan bekas banjir,” jelasnya.
67 Warga Dievakuasi, Gubernur Imbau Tetap Sabar
Data sementara BPBD mencatat 67 warga telah dievakuasi dari tujuh titik terdampak di Kota Watampone, meliputi Kelurahan Panyula, Biru, Masumpu, Toro, Bajoe, Jalan Sambaloge Baru, dan Jalan Yos Sudarso.
Di akhir kunjungan, Gubernur mengajak masyarakat untuk tetap kuat menghadapi musibah. “Saya mengimbau warga tetap tenang dan saling mendoakan. Dari lokasi bencana ini, mari kita bersabar. Semoga ada hikmah di balik musibah ini,” tutupnya.
Pemerintah daerah bersama relawan saat ini masih bersiaga di lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan proses pembersihan lumpur berjalan optimal.


Tinggalkan Balasan