MAKASSAR,HnmIndonesia.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus bergerak progresif dalam memastikan keberlanjutan sumber daya air di wilayahnya. Langkah ini ditegaskan melalui penyelenggaran Sidang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Jeneberang Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Gowa, Senin (4/5/2026).
Forum strategis ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan kepentingan lintas sektor dan wilayah. Fokus utamanya adalah menjaga air sebagai sumber daya vital pembangunan agar tetap lestari dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam sidang kali ini adalah optimalisasi Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrogeologi, dan Hidrometeorologi (PSIH3). Di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata, penguatan sistem informasi berbasis data real-time menjadi harga mati.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbangda Sulsel, Ishak Amin Rusly, yang mewakili Ketua TKPSDA WS Jeneberang, menjelaskan bahwa data yang presisi adalah kunci kebijakan yang akurat.
“Wilayah Sungai Jeneberang memiliki posisi strategis nasional. Untuk menjaga kelangsungan fungsi dan manfaatnya serta menghindari konflik antar-pengguna air, diperlukan keterpaduan pengelolaan yang kokoh,” ungkap Ishak saat membuka acara secara resmi.
Selain aspek teknologi, sidang ini juga menyoroti penguatan kelembagaan melalui Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA). Gerakan ini mendorong kolaborasi partisipatif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat luas.
TKPSDA, yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1312/KPTS/M/2024, kini diperkuat oleh 36 anggota dari berbagai unsur. Mereka memiliki mandat untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kepentingan bersama.
Komitmen Pemprov Sulsel dalam pengelolaan air ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari Asta Cita ke-2 Presiden RI yang menekankan pada kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air.
Selain itu, program ini sejalan dengan Misi ke-4 RPJMD Gubernur Sulawesi Selatan, yakni melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan tangguh terhadap bencana serta perubahan iklim demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui integrasi yang lebih kuat, Pemprov Sulsel optimistis pengelolaan Wilayah Sungai Jeneberang akan mampu menjawab tantangan hari ini sekaligus menjamin ketersediaan air bagi generasi mendatang.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam menyelaraskan kepentingan seluruh pemangku kepentingan di Wilayah Sungai Jeneberang,” tutup Ishak Amin Rusly.
Tinggalkan Balasan