HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Polisi dan Pertamina, Klarifikasi Video Viral Pengisian Solar Subsidi di SPBU Wasuponda

admin - 1503 Dilihat

Minggu 03 Mei 2026, 14:47 WITA

Redaksi

 

 

LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, Polres Luwu Timur dan pihak Pertamina akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral mobil Isuzu Panther yang diduga mengisi ratusan liter solar subsidi di SPBU Pertamina 74.929.07 Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

 

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Jhody Darma melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) IPDA Yakob Lili menyebut informasi yang beredar di media sosial keliru.

 

Baca Juga:

https://hnmindonesia.com/2026/05/03/mobil-butut-di-luwu-timur-viral-isi-ratusan-liter-solar-subsidi-di-spbu-wasuponda/

 

Menurutnya, angka yang terlihat pada meteran dispenser BBM bukan menunjukkan transaksi Rp5 juta, melainkan sekitar Rp580 ribu.

“Informasi yang beredar itu tidak benar. Angka di dispenser itu Rp580 ribu, bukan Rp5 juta,” kata Yakob.

Meski demikian, polisi mengaku masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari perekam video yang viral di media sosial.

“Tapi masih kami dalami dengan menggali keterangan dari perekam video,” ujarnya.

Klarifikasi serupa juga disampaikan Yoga Prabowo selaku Sales Branch Manager (SBM) Depot PT Pertamina Patra Niaga Karangkarangan. Ia mengatakan tampilan layar dispenser BBM hanya memuat enam digit angka, bukan tujuh digit sebagaimana dugaan transaksi hingga jutaan rupiah yang beredar di media sosial.

 

Terima kasih informasinya, saat ini sedang kami lakukan pengecekan lebih lanjut,” kata Yoga Prabowo.

 

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, kata Yoga, nilai transaksi pengisian solar subsidi tersebut berkisar Rp500 ribu, bukan Rp5 juta seperti narasi yang viral.

 

Transaksinya sekitar Rp500 ribu, bukan Rp5 juta,” ujarnya.

 

Meski demikian, transaksi tersebut tetap menjadi perhatian. Pasalnya, mobil minibus jenis Isuzu Panther diketahui hanya memiliki kapasitas tangki standar sekitar 55 liter. Dengan asumsi harga solar subsidi Rp6.800 per liter, maka transaksi Rp500 ribu diperkirakan setara sekitar 73 liter solar.

 

Jumlah itu dinilai melebihi kapasitas normal tangki bawaan kendaraan sehingga memunculkan dugaan adanya tangki modifikasi atau pengisian menggunakan wadah tambahan. Hingga kini, aparat kepolisian dan pihak Pertamina masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait video viral tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini