Produksi Padi Luwu Melesat 8 Ton/Hektar, Bupati dan DPR RI Tinjau Gudang Bulog Pammanu
Selasa, 28 April 2026 Jam : 16.00 WITA
Redaksi
LUWU,HnmIndonesia.com – Sektor pertanian di Kabupaten Luwu menunjukkan tren positif yang signifikan. Bupati Luwu, Patahuddin, mendampingi Anggota DPR RI, Andi Baso Unru, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Pammanu pada Selasa (28/04/2026) siang.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur penyimpanan serta meninjau langsung kapasitas serapan gabah hasil panen petani lokal yang tengah melimpah.
Dalam peninjauan tersebut, terungkap data menggembirakan mengenai produktivitas lahan di Luwu. Produksi padi tercatat mengalami kenaikan tajam dari rata-rata 5 ton menjadi 8 ton per hektare dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP).
Bupati Luwu, Patahuddin, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari sinergi antara kerja keras petani dan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.
”Alhamdulillah, produksi kita meningkat pesat. Ini bukti sektor pertanian Luwu terus berkembang. Kami juga sangat mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan harga dasar gabah. Kebijakan ini menjadi jaring pengaman sehingga harga di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan,” ujar Patahuddin.
Meski produksi meningkat, para petani yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan aspirasi terkait kendala pascapanen. Kapasitas gudang yang terbatas dan minimnya alat pengering (dryer) menjadi perhatian utama.
”Kami berharap kapasitas gudang Bulog Pammanu diperluas agar seluruh gabah petani bisa terserap maksimal. Selain itu, bantuan dryer sangat kami butuhkan agar kualitas gabah tetap terjaga dan memiliki daya saing tinggi,” ungkap salah satu perwakilan petani.
Komitmen Dukungan dari Legislatif
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Andi Baso Unru menyatakan siap mengawal aspirasi daerah ke tingkat pusat. Ia menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Luwu untuk segera menyusun usulan resmi.
”Saya meminta Pak Bupati segera mengusulkan kebutuhan ini ke kementerian terkait. Bantuan dryer ini krusial untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani kita,” tegas Andi Baso.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Luwu, Wahyu Napeng, menambahkan bahwa modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) adalah kunci menuju swasembada yang lebih luas.
”Dukungan alsintan harus ditingkatkan. Target kita adalah Luwu bisa panen tiga kali setahun, atau minimal lima kali dalam dua tahun. Jika ini terealisasi, kesejahteraan petani Luwu akan meningkat drastis,” pungkas Wahyu.


Tinggalkan Balasan