HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Plafon Islamic Center Malili Roboh, Anggarannya Puluhan Miliar, Kini Diselidiki Polisi

admin - 23 Dilihat

Sabtu 11 April 2026, 11:54 WITA

Oleh: Indra Gunawan, Editor: Adi Barapi

 

 

LUWU TIMUR, hnmindonesia.com,  — Bangunan Islamic Center Malili menjadi sorotan setelah plafon di bagian dalam gedung tersebut dilaporkan runtuh, padahal proyek itu belum lama selesai dibangun. Material plafon yang jatuh telah dibersihkan dari lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 

Insiden ini memicu reaksi keras masyarakat. Warga mempertanyakan kualitas konstruksi bangunan yang menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut. Islamic Center yang digadang-gadang menjadi ikon religi di Luwu Timur dinilai seharusnya memiliki standar keamanan dan mutu bangunan yang lebih baik.

 

Desakan pun menguat agar Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan mengusut proyek tersebut, mulai dari perencanaan, penggunaan material, pelaksanaan pekerjaan hingga pengawasan konstruksi. Warga menilai kerusakan pada bangunan yang masih tergolong baru tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi membahayakan jamaah.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Jhody Dharma menyebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden runtuhnya plafon tersebut.

 

“Kami atensi. Sekarang unit Tipikor sedang mengumpulkan data dalam tahap penyelidikan, jika ada perkembangan terbaru, akan kami sampaikan,” kata AKP Jhody Dharma, Sabtu (11/04/2026).

 

Berdasarkan data pembangunan, Islamic Center Malili dikerjakan secara bertahap sejak tahun 2022 hingga 2024 dengan total anggaran lebih dari Rp43 miliar. Proyek tersebut dibangun pada masa pemerintahan Bupati Luwu Timur, Budiman bersama Wakil Bupati, Akbar Andi Leluasa.

 

Tahap awal pembangunan dianggarkan sekitar Rp14,6 miliar, kemudian dilanjutkan pada tahap berikutnya hingga total anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.

 

Runtuhnya plafon pada bangunan yang belum lama selesai itu kini memperkuat dorongan publik agar proyek bernilai besar tersebut diaudit secara menyeluruh. Masyarakat meminta penelusuran terhadap kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga kualitas material yang digunakan.

 

Warga berharap penyelidikan yang dilakukan aparat dapat mengungkap penyebab runtuhnya plafon sekaligus memastikan keamanan bangunan sebelum digunakan secara maksimal oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini