HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Diplomasi Buntu di Islamabad, Israel Isyaratkan Kembali Tabuh Genderang Perang Lawan Iran

admin - 43 Dilihat

Minggu,12 April 2026 Jam 23.00 WITA
Redaksi

 

ISLAMABAD, hnmindonesia.com – Harapan publik dunia akan hadirnya perdamaian di Timur Tengah kembali menemui jalan buntu. Delegasi dari Iran dan Amerika Serikat dilaporkan mengakhiri pembicaraan maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, pada Minggu pagi (12/4) tanpa membuahkan kesepakatan apa pun.

Kegagalan negosiasi ini langsung memicu reaksi keras dari jajaran menteri Israel yang mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Teheran.

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menegaskan bahwa masalah nuklir bukan sekadar isu regional, melainkan ancaman internasional. Ia secara terbuka mengapresiasi ketegasan Presiden AS Donald Trump yang telah menetapkan “garis merah” dalam isu ini.

“Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, Iran dapat diserang kembali,” ujar Cohen dalam wawancaranya dengan harian Israel Yedioth Ahronoth.

Senada dengan Cohen, Menteri Ekonomi Nir Barkat dan Menteri Kebudayaan Miki Zohar menyatakan keyakinan mereka bahwa koordinasi antara Washington dan Yerusalem berada pada titik tertinggi. Mereka mengklaim bahwa langkah tegas AS dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir mencerminkan visi bersama antara PM Benjamin Netanyahu dan Donald Trump.

Situasi di lapangan menunjukkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar dari ketegangan ini. Sejak serangan udara gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari lalu, tercatat lebih dari 3.300 orang tewas di wilayah Iran.

Sebagai balasan, Teheran pun telah meluncurkan serangan balik yang menyasar Israel serta aset-aset militer AS di Irak, Yordania, dan beberapa negara Teluk. Meski gencatan senjata sempat diumumkan selama dua minggu pada awal pekan ini, kegagalan pertemuan di Islamabad mengancam akan merobek perjanjian damai yang masih sangat rapuh tersebut.

Di tengah bayang-bayang eskalasi, masih ada secercah harapan melalui rencana pertemuan pertama kedua belah pihak di Washington yang dijadwalkan pada 14 April mendatang. Pertemuan ini bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata jangka panjang dan memulai pembicaraan langsung.

Dunia kini menanti apakah meja diplomasi di Washington mampu meredam amarah di medan tempur, ataukah Timur Tengah akan kembali terperosok ke dalam konflik yang lebih dalam.


Sumber: Jawa Pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini