HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

BRIN: Daya Saing Sulsel Naik, Skor IDSD 2025 Lampaui Rata-Rata Nasional

admin - 23 Dilihat

Sabtu 28 Februari 2026, 21:00 WITA

Oleh: Adi Barapi

 

MAKASSAR, hnmndonesia.com,- Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan positif. Berdasarkan rilis terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), skor daya saing Sulsel tercatat 3,71, naik dari 3,61 pada 2024 atau meningkat 0,10 poin.

Capaian ini melampaui rata-rata nasional 2025 yang berada di angka 3,50. Secara nasional, Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-10 dari 38 provinsi, memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan daya saing kuat di Indonesia.

Di kawasan Indonesia Timur, Sulsel berada di posisi kedua setelah Bali yang mencatat skor 4,03. Sementara di Pulau Sulawesi, Sulsel menjadi provinsi dengan daya saing tertinggi, mengungguli Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

 

Tren Stabil dalam Empat Tahun Terakhir

Perkembangan skor IDSD Sulsel menunjukkan pola yang relatif stabil. Pada 2022 skor berada di angka 3,35, meningkat menjadi 3,70 pada 2023, sempat turun ke 3,61 pada 2024, dan kembali naik menjadi 3,71 pada 2025.

Dinamika juga terlihat pada tingkat kabupaten/kota. Pada 2024 terdapat lima daerah dengan skor setara atau melampaui provinsi, sedangkan pada 2025 menjadi empat daerah, mencerminkan kompetisi internal yang semakin ketat.

 

Empat daerah tersebut adalah:
• Kota Makassar (4,17)
• Kota Parepare (4,10)
• Kota Palopo (3,79)
• Kabupaten Gowa (3,71)

 

Infrastruktur dan Digitalisasi Jadi Pengungkit

Kenaikan skor 2025 terutama ditopang penguatan pada sejumlah pilar utama. Pilar institusi naik dari 4,07 menjadi 4,40. Infrastruktur meningkat dari 3,52 menjadi 3,85. Sementara adopsi teknologi informasi melonjak dari 3,56 menjadi 3,87.

Pada dimensi sumber daya manusia, pilar kesehatan meningkat tipis dari 3,86 menjadi 3,87. Pilar keterampilan tenaga kerja tetap berada pada level tinggi meski turun dari 4,13 menjadi 3,90.

Di kelompok pasar, ukuran pasar tetap menjadi kekuatan utama dengan kenaikan dari 4,71 menjadi 4,73. Sistem keuangan membaik dari 2,80 menjadi 3,02, sementara pasar tenaga kerja masih menjadi tantangan.

Adapun pada ekosistem inovasi, kapabilitas inovasi melonjak signifikan dari 3,68 menjadi 4,24, menjadi salah satu pendorong utama kenaikan skor provinsi tahun ini.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulsel, Muhammad Salim Basmin, menilai capaian tersebut mencerminkan arah pembangunan yang berada pada jalur tepat.

“Peningkatan Indeks Daya Saing Daerah ini menunjukkan pembangunan di Sulawesi Selatan berjalan sesuai target. Penguatan tata kelola, percepatan digitalisasi, serta tumbuhnya ekosistem inovasi menjadi faktor utama yang mendorong daya saing daerah semakin kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan ekonomi daerah.

Secara agregat, kenaikan daya saing Sulawesi Selatan pada 2025 ditopang penguatan tata kelola, peningkatan infrastruktur dan digitalisasi, perluasan ukuran pasar, serta peningkatan kapasitas inovasi.

Dengan tren peningkatan yang konsisten, IDSD menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan sekaligus acuan strategis dalam merumuskan kebijakan guna menjaga pertumbuhan dan meningkatkan kualitas daya saing daerah di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini