HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Kartu Sakti Luwu Timur Diklaim Turunkan Angka Kemiskinan, Dipaparkan di Musrenbang Sulsel

admin - 173 Dilihat

Senin 20 April 2026, 21:00 WITA

Oleh: Indra Gunawan, Editor: Adi Barapi

 

LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, – Wakil Bupati Puspawati Husler memaparkan capaian program unggulan “Tiga Kartu Sakti” saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/04/2026).

Dalam forum tersebut, Puspawati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung transformasi penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi dan inklusif.

Di hadapan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, ia menjelaskan tren kemiskinan di Luwu Timur terus menunjukkan penurunan signifikan berkat optimalisasi program daerah.

“Melalui intervensi Tiga Kartu Sakti, kami berhasil menekan angka kemiskinan secara konsisten. Dari 6,58 persen di tahun 2024, turun menjadi 5,79 persen pada 2025. Tahun 2026 ini, kami menargetkan penurunan lebih tajam di angka 5,10 persen hingga 5,34 persen,” ujar Puspawati.

Ia menambahkan, Luwu Timur tidak hanya mengejar penurunan angka statistik, tetapi memastikan setiap bantuan yang diberikan mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi kemandirian masyarakat.

Sementara itu, Jufri Rahman menekankan pentingnya peran wakil bupati dan wakil wali kota selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).

“Kita semua diharapkan mampu melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan penanggulangan kemiskinan yang berkeadilan, melampaui sekadar angka-angka administratif,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Plt Kepala Bapelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menambahkan efektivitas penanganan kemiskinan sangat bergantung pada penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh wakil bupati, wakil wali kota, serta pimpinan OPD se-Sulawesi Selatan guna merumuskan strategi kolektif menuju daerah yang lebih sejahtera pada 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini