HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Reforma Agraria 2025 di Luwu Dimulai, Pemerintah Tegaskan Komitmen Akses Tanah Berkeadilan

admin - 43 Dilihat

 

Rabu 22 Oktober 2025, 13:23 WITA

Oleh: Marwan Simalla – Editor: Adi Barapi

 

LUWU, hnmindonesia.com, — Bupati Luwu, H. Patahudding, membuka Sidang Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kegiatan Redistribusi Tanah Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu di Cafe The Zoel, Belopa, Rabu (22/10/2025).

 

Reforma Agraria merupakan program nasional untuk menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih berkeadilan. Program ini mencakup penataan aset dan akses demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan di pedesaan.

 

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu, Andi Sufiarma, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan redistribusi tanah di Luwu telah melalui berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, inventarisasi objek dan subjek, hingga pengukuran dan pemetaan bidang tanah.

 

“Kami sudah melaksanakan pengumpulan dokumen dan penelitian lapang, dan saat ini berada pada tahap keempat, yaitu sidang GTRA,” jelas Andi Sufiarma.

 

Untuk Tahun Anggaran 2025, redistribusi tanah menyasar tiga wilayah, yaitu Desa To’bia dan Desa Bassiang Timur di Kecamatan Ponrang, serta Desa Bolu di Kecamatan Bastem.

 

Dalam sambutannya, Bupati Luwu menyampaikan apresiasi kepada Kantor Pertanahan Luwu dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Reforma Agraria. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas akses kepemilikan tanah bagi masyarakat kecil yang selama ini belum memiliki kepastian hukum atas lahan garapan mereka.

 

“Melalui program ini, pemerintah berupaya memberikan akses kepemilikan tanah yang lebih besar dan berkeadilan kepada masyarakat, khususnya petani dan masyarakat kecil,” ujar Patahudding.

 

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hutan lindung dan mangrove di wilayah pesisir Bassiang Timur.

 

“Mangrove ini salah satu penyumbang oksigen terbesar dan berperan penting dalam mencegah abrasi pantai. Ini harus dijaga dan dipelihara, termasuk dilakukan penanaman kembali,” pesannya.

 

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Luwu, H. Sulaiman; Kajari Luwu, Zulmar Adhy Surya; Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu; Dandim 1403/Palopo, Letkol ARM Kabit Bintoro Priyambodo; Kepala Dinas Pertanahan, Erham Lanco; Kepala Dinas PU-TR, Ikhsan Asaad; serta Pabung Luwu, Mayor Kav Suparman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini