Hibah Rp67 M Masmindo Dipertanyakan, Jalan Pemerintah Tetap Dipakai
Sabtu 11 April 2026, 19:23 WITA
Oleh: Tim Redaksi
LUWU, hnmindonesia.com,- Realisasi dana hibah sebesar Rp67 miliar dari PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Luwu dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini perusahaan tambang tersebut masih menggunakan jalan milik pemerintah untuk mobilisasi alat berat menuju wilayah tambang.
Berdasarkan data yang dihimpun, dana hibah sebesar Rp67 miliar itu dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani pada 16 Maret 2022. Penandatanganan dilakukan antara pihak PT Masmindo Dwi Area dengan Pemerintah Kabupaten Luwu pada masa Bupati Basmin Mattayang.
Hibah tersebut direncanakan disalurkan secara bertahap untuk peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, termasuk ruas akses menuju wilayah pegunungan Latimojong yang menjadi jalur utama aktivitas tambang dan mobilitas masyarakat.
Namun realitasnya dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini PT Masmindo Dwi Area masih menggunakan jalan milik pemerintah untuk memobilisasi alat berat dari Pelabuhan Tadette di Desa Senga Selatan menuju wilayah Latimojong.
Ketua Jaringan Pemuda Pemerhati Masyarakat Luwu, Ismail Ishak, turut menyoroti penggunaan jalan pemerintah oleh perusahaan tambang tersebut, sementara dana hibah untuk peningkatan infrastruktur dinilai belum jelas realisasinya.
“Dana hibah Rp67 miliar itu sudah lama disampaikan ke publik sejak ditandatangani pada 2022. Namun faktanya sampai sekarang perusahaan masih memobilisasi alat berat menggunakan jalan pemerintah. Ini yang menjadi pertanyaan, hibah itu sudah disalurkan atau belum, dan ruas mana saja yang sudah dikerjakan,” tegas Ismail.
Ia menilai, jika aktivitas tambang memanfaatkan jalan milik pemerintah, maka kontribusi perusahaan terhadap peningkatan kualitas jalan harus terlihat nyata.
“Jangan sampai jalan pemerintah dipakai untuk kepentingan tambang, tetapi peningkatan jalannya tidak jelas. Publik berhak tahu progres hibah tersebut, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara jurubicara PT Masmindo Dwi Area, Nabil Basalamah, belum menjawab saat redaksi berupaya mengkonfirmasi.


Tinggalkan Balasan