Drone Misterius Ditemukan di Laut Lombok, Australia dan AS Ikut Pantau
Jumat, 10 April 2026, 20:00 WITA
Oleh: Redaksi | Editor: Adi Barapi
LOMBOK, hnmindonesia.com – Penemuan drone bawah laut oleh nelayan di perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengundang perhatian internasional. Perangkat misterius tersebut diduga merupakan milik China dan kini tengah dalam penyelidikan aparat Indonesia.
Drone berbentuk torpedo dengan panjang sekitar 3–4 meter itu ditemukan di sekitar perairan Gili Trawangan. Alat tersebut diduga merupakan kendaraan bawah laut tanpa awak atau Unmanned Underwater Vehicle (UUV) yang biasa digunakan untuk riset kelautan maupun kepentingan militer.
Pihak TNI Angkatan Laut (TNI AL) saat ini masih melakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan asal-usul serta fungsi dari perangkat tersebut. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa drone serupa sebelumnya juga pernah ditemukan di wilayah Asia Tenggara.
Perairan Lombok, khususnya Selat Lombok, dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran internasional yang sangat penting. Selat ini menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta memiliki kedalaman yang memungkinkan dilalui kapal besar hingga kapal selam militer.
Dibandingkan Selat Malaka yang lebih sempit, Selat Lombok kerap menjadi alternatif utama bagi kapal-kapal berbobot besar. Hal ini menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai strategis tinggi, baik secara ekonomi maupun militer.
Drone bawah laut umumnya digunakan untuk mengumpulkan data oseanografi, seperti suhu air, arus laut, hingga kontur dasar laut. Informasi tersebut sangat penting untuk mendukung navigasi kapal selam serta operasi militer lainnya.
Pengamat menilai, perangkat seperti ini juga berpotensi digunakan untuk kepentingan pengintaian atau pemetaan jalur bawah laut. Sebelumnya, alat serupa dilaporkan ditemukan di Filipina dan diduga memiliki fungsi yang sama.
Penemuan drone ini turut menjadi perhatian Australia dan Amerika Serikat. Kedua negara tersebut memiliki kepentingan strategis di kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional.
Selat Lombok dinilai sebagai salah satu titik penting dalam pergerakan kapal selam, termasuk dalam kerja sama pertahanan seperti AUKUS. Karena itu, aktivitas bawah laut di kawasan ini terus dipantau secara ketat.
Sejumlah pihak mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengawasan di wilayah perairan, khususnya pada jalur-jalur strategis nasional.
Selain itu, kerja sama internasional juga dinilai penting untuk menjaga keamanan maritim dari potensi ancaman tersembunyi, termasuk aktivitas drone bawah laut.
Penemuan ini menjadi pengingat bahwa wilayah laut Indonesia bukan hanya jalur perdagangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam dinamika geopolitik global.


Tinggalkan Balasan