HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Petani Kakao Lutim Dapat Akses Pembiayaan Hijau

admin - 273 Dilihat

Kamis, 2 April 2026, Jam : 12.30 WITA

Oleh : Indra Gunawan Editor : Adi Barapi

 

JAKARTA, HnmIndonesia.com – Kabar gembira datang untuk para pejuang kakao di Bumi Batara Guru. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) resmi mengawal babak baru pembangunan berkelanjutan melalui skema pembiayaan inovatif yang memadukan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan petani.

​Bertempat di jantung ibu kota, tepatnya di Gedung JB Tower, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026), Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, menyaksikan langsung momen bersejarah penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan raksasa industri cokelat, PT Mars Symbioscience.

​Kerja sama ini bukan sekadar bantuan modal biasa. Fokus utamanya adalah dana bergulir untuk produk usaha kehutanan. Artinya, kelompok tani kakao di Luwu Timur akan mendapatkan:

  • Akses Permodalan: Kemudahan pembiayaan untuk mengembangkan kebun.
  • Praktik Berkelanjutan: Mendorong petani menerapkan rantai pasok yang ramah lingkungan (agroforestry).
  • Pendampingan Teknis: Edukasi agar produktivitas meningkat tanpa merusak kawasan hutan.

​Mewakili Bupati Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade tidak menyembunyikan rasa optimisnya. Menurutnya, kolaborasi ini adalah solusi konkret bagi tantangan klasik yang sering dihadapi petani: modal dan pasar.

“Ini adalah peluang besar. Petani kita tidak hanya diberi akses dana yang lebih mudah, tapi juga kepastian pasar dan pendampingan kualitas. Kita ingin ekonomi masyarakat naik, tapi kelestarian lingkungan tetap terjaga,” tegas Ramadhan.

 

​Ia juga menekankan bahwa keterlibatan PT Mars Symbioscience menjadi kunci penting. Dengan standar global yang dimiliki Mars, produk kakao dari Luwu Timur diharapkan memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

​Momen ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting yang memperkuat ekosistem investasi hijau ini, di antaranya:

  • Catur Endah Prasetiani P. (Dirjen Perhutanan Sosial)
  • Joko Tri Haryanto (Direktur Utama BPDLH)
  • Basuki Purwadi (Direktur Sistem Manajemen Investasi Kemenkeu)
  • dr. Jihan Nurlaela (Wakil Gubernur Lampung)
  • Kasman (Kadis Kehutanan & LH Sulawesi Selatan)

​Program ini diharapkan mampu mengubah wajah perkebunan rakyat di sekitar kawasan hutan Luwu Timur. Dengan skema ekonomi hijau, petani tidak lagi dianggap sebagai ancaman bagi hutan, melainkan penjaga hutan yang produktif secara ekonomi.

​Luwu Timur kini siap menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, lembaga pendanaan, dan sektor swasta dapat menciptakan kesejahteraan yang selaras dengan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini