HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Ramadan Berkah di SDN 160 Sido Tepung: Tebar Sembako, Tanamkan Benih Empati Sejak Dini

admin - 43 Dilihat

 

Jumat, 13 Maret 2026 Jam 10.45 WITA

Oleh : Indra Gunawan Editor : Adi Barapi

 

LUWU TIMUR, HnmIndonesia.com – Gema Ramadan 1447 H tidak hanya diisi dengan lantunan ayat suci di masjid-masjid, tetapi juga dengan aksi nyata menebar kebaikan di lingkungan sekolah. Pada Jumat (13/03/2026), suasana di SDN 160 Sido Tepung tampak berbeda dari biasanya. Wajah-wajah ceria para siswa dan guru menyatu dalam sebuah gerakan sosial bertajuk “Ramadan Berbagi Sembako”, sebuah inisiatif yang lahir dari ketulusan untuk membantu sesama.

​Kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal angka di atas kertas raport, melainkan tentang bagaimana membentuk karakter dan kepekaan sosial anak didik sejak usia belia.

​Ketulusan di Balik Paket Sembako

​Penyaluran bantuan sembako ini ditujukan khusus bagi para siswa yang membutuhkan dan keluarga mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Paket-paket yang berisi kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat meringankan beban dapur keluarga, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk dan tenang.

​Keterlibatan aktif para guru dan staf sekolah dalam menyusun hingga membagikan bantuan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam keluarga besar SDN 160 Sido Tepung. Setiap paket yang berpindah tangan bukan sekadar bantuan materi, melainkan pesan kasih sayang dari sekolah kepada murid-muridnya.

​Kepala Sekolah: “Kami Sedang Membangun Karakter, Bukan Sekadar Membagi Barang”

​Kepala SDN 160 Sido Tepung, Irfan Azis, S.Pd., M.Pd., yang memimpin langsung jalannya kegiatan, mengungkapkan pandangannya yang mendalam mengenai esensi dari acara ini. Menurutnya, bulan suci Ramadan adalah momentum “laboratorium sosial” terbaik bagi para siswa.

​”Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian kepada para siswa agar selalu berbagi dan membantu sesama, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujar Irfan Azis dengan nada penuh haru.

​Beliau menambahkan bahwa melihat langsung proses berbagi akan memberikan dampak psikologis yang positif bagi siswa. Mereka belajar bahwa di sekitar mereka ada saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan. “Tujuan jangka panjangnya adalah mencetak generasi yang cerdas secara intelektual namun juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang dermawan dan memiliki empati,” tambahnya.

​Senyum Syukur Para Orang Tua Siswa

​Sambutan hangat datang dari para orang tua siswa. Kehadiran program berbagi sembako ini dianggap sebagai oase di tengah dinamika kebutuhan ekonomi selama bulan Ramadan yang cenderung meningkat. Beberapa orang tua yang hadir tampak berkaca-kaca saat menerima bantuan tersebut.

​”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian luar biasa dari Bapak Kepala Sekolah dan seluruh guru di SDN 160 Sido Tepung. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk menyambung kebutuhan berbuka dan sahur di rumah. Rasanya tenang karena sekolah begitu peduli pada kondisi kami,” ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

​Implementasi Kurikulum Merdeka Lewat Aksi Nyata

​Aksi berbagi ini juga sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, serta Gotong Royong. SDN 160 Sido Tepung berhasil menerjemahkan teori-teori pendidikan karakter ke dalam aksi yang menyentuh akar rumput.

​Pihak sekolah berharap, kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali momentum saja. Ke depannya, SDN 160 Sido Tepung berkomitmen untuk menjadikan agenda sosial sebagai tradisi tahunan yang terus berkembang kualitas dan jangkauannya.

​Dampak Positif bagi Lingkungan Sekolah

​Selain membantu secara finansial, kegiatan ini terbukti mampu:

  1. Mempererat Silaturahmi: Hubungan antara guru, siswa, dan orang tua menjadi lebih harmonis dan penuh kekeluargaan.
  2. Meningkatkan Motivasi Siswa: Siswa yang merasa diperhatikan oleh sekolahnya cenderung memiliki semangat belajar yang lebih tinggi.
  3. Membangun Citra Positif Sekolah: Masyarakat melihat SDN 160 Sido Tepung sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga kesejahteraan sosial lingkungannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini