Gerak Cepat Pantang Menyerah! Damkar Luwu Timur Perkuat Sinergi se-Sulsel, Siap Tambah Posko di Wilayah Strategis
Kamis, 12 Maret 2026, Jam : 11.30
Oleh : Indra Gunawan Editor : Adi Barapi
MAKASSAR, HnmIndonesia.com – Ancaman kebakaran dan situasi darurat tidak mengenal waktu dan batas wilayah. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan menunjukkan komitmennya dalam memperkokoh barisan kesiapsiagaan tingkat provinsi.
Bertempat di Ruang Rapat Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan Lantai II, Makassar, Kamis (12/03/2026), delegasi Luwu Timur hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan Tingkat Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Pertemuan ini menjadi panggung penting bagi para “Yudha Brama Jaya” untuk menyatukan strategi melawan amuk si jago merah.
Menyatukan Kekuatan: Koordinasi Adalah Kunci
Mewakili Kabupaten Luwu Timur, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Kasim, S.Sos., hadir membawa misi penting: menyelaraskan standar pelayanan penyelamatan daerah dengan kebijakan provinsi. Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Damkar dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Rakor ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan upaya krusial untuk memperkuat sinergi antarinstansi. Dalam dunia penyelamatan, koordinasi antar-daerah sangat dibutuhkan, terutama saat terjadi bencana skala besar yang memerlukan bantuan kendali dari wilayah tetangga.
Analisis BMKG: Menatap Potensi Bencana 2026
Salah satu momen paling krusial dalam rapat ini adalah paparan dari perwakilan BMKG Sulawesi Selatan. Mengingat perubahan iklim yang kian ekstrem, data BMKG menjadi kompas bagi Damkar untuk memetakan langkah mitigasi.
Paparan tersebut mencakup prediksi cuaca, potensi kemarau panjang yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga fenomena alam lainnya yang memerlukan kesiapsiagaan tim penyelamat. Dengan data ini, Damkar Luwu Timur dapat lebih presisi dalam menempatkan personel dan armada pada bulan-bulan yang dianggap rawan bencana.
Lompatan Besar Luwu Timur: Target Posko Nuha dan Mahalona
Kabar menggembirakan muncul di tengah diskusi mengenai cakupan layanan (response time). Tantangan geografis Luwu Timur yang luas menuntut adanya sebaran posko yang lebih merata. Merespons hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengungkapkan rencana ambisius untuk tahun 2026.
”Kami memahami bahwa kecepatan adalah kunci dalam menyelamatkan nyawa dan harta benda. Oleh karena itu, pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berencana menambah dua posko strategis, yakni Posko Damkar Nuha dan Posko Damkar Mahalona,” ungkap perwakilan Luwu Timur dalam forum tersebut.
Penambahan posko di Nuha dan Mahalona merupakan langkah taktis untuk memperpendek jarak tempuh armada menuju lokasi kejadian di wilayah pesisir dan dataran tinggi yang selama ini memiliki akses cukup menantang.
Visi Jangka Panjang 2027: Menjangkau Bantilang dan Loeha Raya
Tidak berhenti di tahun ini, rencana pengembangan infrastruktur pemadam kebakaran telah disusun hingga tahun 2027. Luwu Timur menargetkan pembangunan Posko Damkar Bantilang atau Loeha Raya. Wilayah ini dikenal memiliki mobilitas tinggi namun secara geografis cukup terisolasi, sehingga keberadaan posko permanen menjadi harga mati demi rasa aman masyarakat setempat.


Tinggalkan Balasan