HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Serap Aspirasi Warga, Legislator Demokrat Sulsel Gelar Reses di Desa Kurrusumanga

admin - 43 Dilihat

Jumat 20 Februari 2026, 16:30 WITA

Oleh: Adi Barapi

 

LUWU, HNMIndonesia.com, – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Demokrat, Ir. Fadriaty Asmaun, menggelar kegiatan reses sekaligus silaturahmi Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025/2026 di Desa Kurrusumanga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk turun langsung ke daerah pemilihan dalam rangka menyerap aspirasi dan mendengar kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa.

Reses yang dikemas dalam suasana silaturahmi ini dihadiri unsur pemerintah desa, Ketua dan anggota BPD, aparat serta perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. Berbagai aspirasi pun disampaikan, mulai dari kebutuhan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Kurrusumanga, Megawati, menyampaikan apresiasi atas kehadiran legislator provinsi tersebut yang memilih desanya sebagai salah satu titik pelaksanaan reses. Ia menuturkan bahwa Fadriaty merupakan anggota DPRD Provinsi Sulsel yang telah menjabat selama tiga periode, sehingga kehadirannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Sebagian besar warga kami berprofesi sebagai petani, pekebun, dan peternak. Kami berharap kunjungan ini dapat menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh sektor pertanian dan penguatan ekonomi desa,” ungkap Nasruddin.

Dalam pertemuan itu, Fadriaty menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, tetapi momentum penting untuk mendengar langsung persoalan dan harapan masyarakat. Seluruh aspirasi yang dihimpun, kata dia, akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan agenda kerja legislatif di tingkat provinsi.

“Kami hadir untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat, terutama hal-hal yang memungkinkan untuk diperjuangkan melalui anggaran Pemerintah Provinsi,” ujar srikandi Luwu Raya tersebut.

Ia juga memastikan seluruh masukan warga akan ditampung dan diperjuangkan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Meski di tengah keterbatasan fiskal akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun 2026 sekitar Rp1,2 triliun terhadap anggaran provinsi, Fadriaty menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal aspirasi masyarakat.

“Usulan masyarakat akan disesuaikan dengan program prioritas Gubernur Sulsel. Namun masyarakat tidak perlu berkecil hati, karena seluruh aspirasi tetap menjadi perhatian dan akan kami perjuangkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini