HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Wajah Baru Kawasan SMKN 4 Makassar: Lebih Lapang, Drainase Lancar, Pedagang Pun Setuju!

admin - 223 Dilihat

Kamis, 23 April 2026, Jam : 14.30 WITA

Redaksi

MAKASSAR,HnmIndonesia.com – Suasana di persimpangan Jalan Tinumbu dan Jalan Buru kini tampak berbeda. Kawasan yang biasanya padat dan sesak oleh deretan lapak, kini mulai bernapas lega. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar resmi melakukan penataan kawasan di sekitar SMKN 4 Makassar pada Kamis, 23 April 2026.

Menariknya, aksi penertiban ini jauh dari kesan tegang. Alih-alih mendapat penolakan, langkah pemerintah justru menuai dukungan hangat dari warga dan para pedagang setempat.

Penataan terhadap 60 lapak pedagang kaki lima ini difokuskan pada pengembalian fungsi jalan dan normalisasi drainase yang selama ini tersumbat. Langkah ini diambil demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan estetis.

Lukman, seorang pengusaha percetakan yang sudah sembilan tahun mengadu nasib di sana, mengaku tidak keberatan. Menurutnya, kunci dari kondusifnya penertiban ini adalah komunikasi yang baik.

“Kami setuju karena ini demi kebersihan dan fungsi drainase. Apalagi pemerintah sudah mengajak bicara sejak beberapa bulan lalu. Banyak pedagang yang akhirnya memilih membongkar sendiri lapaknya secara mandiri,” ungkap Lukman.

Senada dengan Lukman, Daeng Mantang, warga Jalan Tinumbu, menyambut baik perubahan ini. Ia merasa akses jalan kini jauh lebih leluasa dan pemandangan kota menjadi lebih indah.

Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin Azis, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan mandat dari Perda Nomor 2 Tahun 2021. Namun, ia menekankan bahwa eksekusi di lapangan mengedepankan sisi kemanusiaan.

  • Prosedur Ketat: Melalui tahapan deteksi dini hingga pencegahan dini.

  • Pendekatan Persuasif: Sosialisasi dilakukan bertahap sesuai Permendagri Nomor 16 Tahun 2023.

  • Sinergi: Melibatkan Satpol PP, TNI-Polri, unsur kecamatan, hingga Dinas PU dan Dinas Sosial.

“Semua berjalan kondusif karena kami mengedepankan pendekatan humanis. Ini adalah bentuk penegakan aturan terhadap aset milik Pemerintah Provinsi demi kepentingan publik yang lebih besar,” tegas  Arwin.

Tak hanya soal bangunan fisik, penataan ini juga menyentuh aspek sosial. Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menyebutkan bahwa pihaknya juga mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditemukan di lokasi untuk mendapatkan perawatan layak dari Dinas Sosial.

“Masyarakat di Bontoala sangat kooperatif. Pola pembenahan berbasis pembinaan sosial seperti ini akan terus kita lanjutkan di wilayah lain,” ujar Irwan.

Penataan kawasan sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang apik antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan solusi tanpa konflik. Dengan drainase yang kembali berfungsi dan trotoar yang lebih tertata, kawasan SMKN 4 Makassar kini siap mendukung aktivitas pendidikan dan mobilitas warga dengan lebih maksimal.

Kini, Jalan Tinumbu tidak lagi sekadar tentang hiruk-pikuk perdagangan, tapi juga tentang keteraturan dan wajah kota yang lebih fungsional.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini