Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Iqbal Alwi, menyatakan bahwa meski hasil saat ini belum sepenuhnya maksimal, pihaknya berkomitmen untuk terus memprioritaskan upaya preventif.

“Walau belum maksimal, kami akan tetap mengedepankan upaya pencegahan daripada penanggulangan,” ujar Iqbal, Minggu (12/4/2026).

Strategi pencegahan ini dilakukan melalui edukasi berkelanjutan agar masyarakat mulai bijak mengelola sampah, seperti memilah sampah rumah tangga dan menekan penggunaan plastik sekali pakai.

Namun, tantangan besar muncul di kawasan Pasar Sentral Belopa. DLH mensinyalir adanya oknum yang sengaja menghamburkan sampah di ruas jalan, yang tidak hanya merusak estetika kota tetapi juga mengganggu kenyamanan publik.

Merespons hal tersebut, Iqbal Alwi berencana melakukan pemantauan langsung di lapangan pada jam-jam rawan.

“Iye, saya juga penasaran. Akan diagendakan standby subuh saat hari pasar,” tegasnya.

Langkah pantauan subuh ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah ilegal sekaligus memberikan efek jera. DLH Luwu juga tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat pengawasan dan memberikan sanksi bagi mereka yang terbukti melanggar aturan kebersihan.

Iqbal menekankan bahwa keberhasilan penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh kesadaran kolektif dari pedagang dan pengunjung pasar.

“Kebersihan ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. Harapannya, sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat segera terwujud demi kenyamanan seluruh warga Luwu.