Hujan Ganggu Kualitas Gabah, Pelaku Usaha di Luwu Minta Dryer
Sabtu 11 April 2026, 15:15 WITA
Oleh: Adi Barapi, Editor: Suriatma Djalal
LUWU , hnmindonesia.com, — Pengusaha gabah di Kabupaten Luwu mengeluhkan banyaknya gabah yang rusak akibat cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir. Hujan yang kerap turun saat masa panen membuat gabah sulit kering dan sebagian bahkan mulai berkecambah.
Kondisi tersebut menyebabkan kualitas beras menurun karena gabah yang berkecambah tidak lagi menghasilkan beras dengan mutu baik.
Wahyu Napeng, pelaku usaha gabah di Luwu, mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu untuk mencari solusi agar hasil panen petani tetap bisa diproduksi menjadi beras dengan kualitas baik.
“Kami berharap pemerintah segera mencarikan solusi. Banyak gabah rusak karena hujan terus-menerus. Akibatnya kualitas beras menurun karena gabah mulai berkecambah,” kata Wahyu Napeng.
Menurutnya, salah satu solusi yang paling mendesak adalah penyediaan dryer atau alat pengering gabah agar hasil panen petani tetap bisa dikeringkan meski cuaca tidak menentu.
“Kalau ada dryer, gabah petani bisa langsung dikeringkan. Jadi tidak bergantung lagi dengan panas matahari,” ujarnya.
Produksi gabah di Kabupaten Luwu sendiri tergolong besar setiap musim panen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi padi di wilayah Luwu Raya pada 2024 mencapai sekitar 318 ribu ton gabah kering giling. Dengan dua musim panen, produksi gabah sekali panen diperkirakan berada di kisaran 140 hingga 160 ribu ton.
Besarnya produksi tersebut membuat kebutuhan fasilitas pengering menjadi sangat penting, terutama saat musim hujan, agar kualitas gabah petani tetap terjaga dan tidak merugikan pelaku usaha maupun petani.


Tinggalkan Balasan