Sinergi ke Senayan, Lutim Dorong Pariwisata Naik Kelas
Rabu 08 April 2026, 10:23 WITA
Oleh: Indra Gunawan, Editor: Adi Barapi
LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menggenjot pengembangan sektor pariwisata dengan membuka jalur komunikasi ke tingkat pusat, termasuk menggandeng unsur legislatif di DPR RI.
Langkah tersebut terlihat dalam pertemuan santai yang berlangsung di Jakarta, Selasa (7/4/2026), antara jajaran Pemkab Lutim dan Anggota DPR RI, Frederik Kalalembang. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk membahas peluang penguatan sektor wisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Lutim, Muhammad Safaat DP, bersama sejumlah pejabat terkait, memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan berbagai gagasan pengembangan destinasi, sekaligus menjajaki dukungan program dari pemerintah pusat.
Menurut Safaat, kolaborasi antara daerah dan pusat menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan sektor pariwisata. Ia menilai, dukungan kebijakan hingga penganggaran dari pusat sangat dibutuhkan agar potensi daerah dapat dikembangkan secara maksimal.
Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Danau Matano, yang dinilai memiliki daya saing tinggi sebagai ikon wisata unggulan. Namun demikian, pengelolaan dan penataan kawasan masih perlu diperkuat agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Selain itu, penataan kawasan perkotaan juga menjadi fokus pembahasan. Pengembangan ruang terbuka hijau, termasuk taman-taman di sepanjang jalan, dinilai mampu menciptakan kesan nyaman dan menarik bagi pengunjung.
“Pariwisata memiliki peluang besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat meningkatkan PAD sekaligus membuka lapangan usaha bagi masyarakat,” ungkap Safaat.
Sementara itu, Frederik Kalalembang menyambut positif langkah Pemkab Lutim dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Ia menilai, Luwu Timur memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan pengelolaan yang matang.
Ia menekankan pentingnya pembenahan aspek dasar dalam destinasi wisata, seperti kebersihan lingkungan, fasilitas umum, serta kenyamanan pengunjung. Menurutnya, hal-hal tersebut menjadi faktor utama dalam menarik minat wisatawan.
Frederik juga menyoroti peran teknologi digital dalam mendukung promosi pariwisata. Ketersediaan jaringan internet di kawasan wisata dinilai penting untuk memperluas jangkauan promosi melalui pengalaman langsung wisatawan.
Tak hanya itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Ia berharap setiap destinasi mampu memberikan rasa aman sehingga wisatawan merasa betah dan terdorong untuk kembali berkunjung.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata. Pelaku UMKM disebut memiliki peran strategis dalam menciptakan perputaran ekonomi di sekitar destinasi wisata.
Sebagai penutup, Frederik menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan.
Dengan langkah kolaboratif ini, Pemkab Lutim optimistis sektor pariwisata dapat tumbuh lebih cepat dan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.


Tinggalkan Balasan