HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Pemkab Luwu Jamuan Raja dan Sultan Nusantara dalam Rangkaian HJL ke-758

admin - 63 Dilihat

 

LUWU, HNMIndonesia.com,  – Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar jamuan makan siang bersama para raja dan sultan yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Belopa Utara, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.

Bupati Luwu, Patahudding, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para raja dan sultan dari berbagai daerah di Nusantara yang hadir memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Luwu. Ia menilai kehadiran para pemimpin adat tersebut merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Luwu.

Dalam sambutannya, Patahudding menegaskan bahwa Luwu dikenal sebagai salah satu wilayah dengan sejarah panjang dan peradaban tua di Sulawesi. Kabupaten Luwu juga merupakan daerah induk dari tiga wilayah otonom di Tana Luwu, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.

Ia menjelaskan, masyarakat Tana Luwu hingga kini masih memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat pembangunan daerah.

Selain dikenal dengan kekayaan sejarah dan budaya, Kabupaten Luwu juga memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Di sektor pertanian, wilayah ini memiliki sekitar 39.916 hektare lahan persawahan dengan komoditas utama seperti padi, kakao, kelapa, serta berbagai tanaman hortikultura. Pada tahun 2024, produksi padi dari Luwu menyumbang sekitar 9,2 persen terhadap total produksi padi di Provinsi Sulawesi Selatan.

Potensi lainnya juga terdapat pada sektor pertambangan yang meliputi emas, galena, hingga pasir besi. Sementara di sektor kelautan, dengan panjang garis pantai sekitar 123 kilometer, produksi rumput laut Luwu pada tahun 2024 tercatat mencapai 312.971 ton.

Bupati Luwu menambahkan bahwa kekuatan utama daerah ini bukan hanya terletak pada sumber daya alamnya, tetapi juga pada masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge sebagai dasar dalam membangun kebersamaan dan persatuan.

Ia berharap kegiatan jamuan makan siang ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi antara pemerintah daerah dan para raja serta sultan se-Nusantara dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, turut menyematkan pin Forum Silaturahmi Keraton Nusantara kepada Bupati Luwu sebagai simbol penghargaan sekaligus tanda keanggotaan kehormatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Maddika Ponrang Andi Saddawero Kira, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Luwu atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara dalam rangkaian peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80.

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Dewan Adat Dua Belas Kedatuan Luwu, para raja dan sultan dari berbagai daerah di Nusantara, kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, serta sejumlah tokoh adat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini