HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Istri Mendiang Wakil Bupati Luwu Resmi Dilantik Jadi Sekretaris DPMD

admin - 93 Dilihat

Jumat 20 Februari 2026, 16:30 WITA

Oleh: Adi Barapi

 

LUWU, HNMIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar pelantikan pejabat struktural eselon II, eselon III, dan eselon IV di lingkungan Pemkab Luwu, Jumat (20/02/2026).

 

Pelantikan ini menjadi pelantikan perdana pasangan Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Patahuddin–Dhevi Bijak Pawindu, sejak resmi menjabat setahun lalu.

 

Salah satu yang menjadi perhatian publik dalam pelantikan tersebut adalah Elnita Pakolo, istri mendiang Syukur Bijak, Wakil Bupati Luwu tahun 2024, yang resmi dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Luwu.

 

Selain itu, Enrika Nurtalib juga dilantik sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Linmas Kabupaten Luwu, bersama sejumlah pejabat pengawas dan administrator lainnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Patahuddin menyampaikan pernyataan tegas kepada seluruh pejabat yang dilantik, sekaligus menegaskan bahwa pelantikan tidak memiliki unsur tim maupun kepentingan politik.

 

“Pelantikan hari ini saya tegaskan bukan karena tim, bukan karena kedekatan, dan bukan karena kepentingan politik apa pun. Ini murni kebutuhan organisasi dan kepentingan daerah. Tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi, kelompok, atau Pilkada dalam pemerintahan ini,” tegasnya.

 

Ia juga memberikan tenggat waktu enam bulan kepada para pejabat untuk menunjukkan kinerja nyata.

 

“Saya beri waktu enam bulan. Bukan untuk membuktikan kepada saya sebagai Bupati, tetapi buktikan kepada keluarga kalian, kepada anak-anak kalian, dan kepada masyarakat bahwa kalian layak memegang jabatan ini,” lanjutnya.

 

Patahuddin menekankan pentingnya kerja kolektif dan penyelesaian masalah secara tuntas di setiap lini pemerintahan.

 

“Saya ingin pemerintahan ini berjalan sebagai satu tim. Tidak ada kerja sendiri-sendiri, tidak ada ego sektoral. Semua masalah harus diselesaikan. Terutama para camat, saya minta masalah di wilayah diselesaikan di wilayah. Jangan semua dibawa ke kabupaten,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah, bukan hadiah, dan akan terus dievaluasi berdasarkan kinerja.

 

“Jabatan ini bukan hadiah, tapi amanah. Jika tidak mampu bekerja, tidak mampu melayani, dan tidak mampu menjaga kepercayaan rakyat, maka jangan salahkan siapa pun jika jabatan itu dievaluasi.

Pelantikan bisa kapan saja—bisa dalam waktu dekat, bisa tahun depan. Yang bekerja akan bertahan, yang tidak bekerja akan tersingkir dengan sendirinya,” pungkasnya.

 

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penataan birokrasi dan penguatan kinerja pemerintahan daerah guna mempercepat pelayanan publik dan pembangunan di Kabupaten Luwu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini