HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Peran Da’i di Era Modern, Fokus Utama Pelatihan Da’i Kabupaten Luwu 2025

 

Senin 20 Oktober 2025, 14:23 WITA

Oleh: Dhamrin Arfah – Editor: Putri Novasari

LUWU, hnmindonesia.com, — Bupati Luwu, H. Patahudding, membuka secara resmi Pelatihan Da’i Tingkat Kabupaten Luwu Tahun 2025 yang digelar di Aula Wisma Anda, Belopa, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi para da’i agar mampu menjawab berbagai tantangan dakwah di era modern.

 

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta dinamika kehidupan masyarakat menuntut para da’i untuk tidak hanya memahami nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki kemampuan membaca situasi kekinian.

 

“Di tengah kompleksitas kehidupan masyarakat saat ini, da’i memegang peranan penting sebagai pembimbing, pemberi pencerahan, dan penjaga nilai moral. Kehadirannya sangat dibutuhkan dari masa ke masa,” ujar Patahudding.

 

Pelatihan yang mengusung semangat “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar” ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dakwah para da’i muda di Kabupaten Luwu. Bupati menekankan pentingnya profesionalisme, wawasan luas, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana dakwah.

 

“Kemajuan teknologi adalah tantangan sekaligus peluang. Da’i harus mampu memanfaatkannya untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan membaca kebutuhan umat sesuai perkembangan zaman,” tambahnya.

 

Bupati juga mengapresiasi peran da’i yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam penyebaran ilmu agama di tengah masyarakat. Ia berharap para peserta pelatihan mampu memperkuat peran tersebut, sekaligus menjadi benteng umat dalam mencegah berkembangnya paham-paham yang dapat menyesatkan.

 

Selain itu, Patahudding menyoroti pentingnya menyisipkan informasi pembangunan daerah dalam materi dakwah. Menurutnya, penyampaian program pembangunan pemerintah dapat membantu masyarakat memahami arah kebijakan dan meningkatkan partisipasi mereka dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, sosial budaya, ekonomi, hingga keagamaan.

 

“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan wawasan keagamaan, tetapi juga membentuk da’i yang dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

 

Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan pelatihan dan berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan maksimal untuk memperkuat semangat dakwah di Kabupaten Luwu.

 

Pelatihan ini diikuti oleh da’i dari berbagai kecamatan dan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, tokoh agama, dan praktisi dakwah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini