Gempa 7,6 SR Guncang Maluku Utara–Sulawesi Utara, Warga Mengungsi Antisipasi Tsunami
Kamis, 02 April 2026 | 07:23 WITA
Oleh: Rahmat Adimukti | Editor: Adi Barapi
MALUKU, hnmindonesia.com, — Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang wilayah Maluku Utara hingga Sulawesi Utara pada Kamis pagi. Guncangan kuat yang berlangsung lebih dari satu menit memicu kepanikan warga di sejumlah daerah pesisir yang langsung berhamburan keluar rumah dan mengungsi ke dataran tinggi.
Berdasarkan data awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 05.48 WIB dengan pusat di perairan tenggara Bitung pada koordinat sekitar 1,25 LU dan 126,27 BT dengan kedalaman puluhan kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut berpotensi tsunami sehingga peringatan dini langsung disampaikan kepada wilayah pesisir Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Di sejumlah wilayah seperti Ternate, Bitung hingga Manado, warga dilaporkan berlarian keluar rumah. Beberapa pengendara bahkan menghentikan kendaraannya karena tiang listrik dan bangunan terlihat bergoyang akibat guncangan yang cukup kuat.
Laporan sementara menyebutkan sebagian masyarakat di kawasan pesisir Halmahera Barat dan Bitung mengungsi ke daerah yang lebih tinggi setelah sirene peringatan tsunami dibunyikan. Bahkan, gelombang kecil sekitar 0,2 hingga 0,3 meter sempat terpantau di dua wilayah tersebut, sehingga pemantauan terus dilakukan oleh otoritas terkait.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk:
• Menjauhi pantai dan muara sungai sementara waktu
• Segera menuju tempat yang lebih tinggi
• Tidak kembali ke rumah sebelum ada pengumuman resmi
• Mengikuti informasi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah
• Waspada terhadap gempa susulan
BMKG juga menegaskan bahwa informasi awal dapat berubah sesuai pembaruan data, sehingga masyarakat diminta tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, aparat dan BPBD setempat masih melakukan pemantauan serta pendataan dampak gempa di lapangan. 
Situasi terkini di sejumlah wilayah pesisir masih dalam kondisi siaga. Warga tetap bertahan di lokasi pengungsian sementara sambil menunggu perkembangan resmi dari BMKG terkait potensi tsunami maupun gempa susulan.


Tinggalkan Balasan