Pemda Lutim Tegaskan Budaya Jadi Pilar Pembangunan, Pagelaran Adat Padoe Disambut Antusias Warga
Jumat 27 Maret 2026, 15:23 WITA
Oleh: Indra Gunawan, Editor: Adi Barapi
LUWU TIMUR, HNMIndonesia.com, – Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga warisan budaya kembali ditegaskan dalam Pagelaran Budaya Musyawarah Adat Padoe yang berlangsung di Lapangan Karelai, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/03/2026).
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, menilai bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat.
“Budaya adalah jati diri daerah. Jika kita ingin pembangunan yang berkelanjutan, maka pelestarian budaya harus menjadi bagian utama dari proses tersebut,” tegasnya di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, Wabup Puspawati juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam menyukseskan pagelaran tersebut. Ia menyebut antusiasme warga, baik sebagai pelaku seni maupun penonton, menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya lokal masih sangat kuat.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan generasi muda tidak terputus dari akar budayanya di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Jangan sampai budaya kita hanya menjadi cerita, tanpa pelaku di masa depan,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum pagelaran ini sebagai penguat komitmen bersama dalam menjaga eksistensi budaya, sekaligus mendorong inovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Mohola Padoe, Meriban Malotu, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut pagelaran budaya sebagai ruang konsolidasi masyarakat Padoe dalam memperkuat jati diri dan kebersamaan.
“Ini bukan hanya pertemuan adat, tetapi langkah bersama untuk membangun masyarakat Padoe yang lebih kuat dan berdaya,” ungkapnya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar terus berkarya dan mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan budaya.
“Masa depan Padoe ada di tangan generasi muda. Teruslah berkarya, dan kami berharap dukungan semua pihak tetap mengalir untuk kemajuan bersama,” tutupnya.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wabup Puspawati Husler yang didampingi tokoh adat, unsur DPRD, Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah. Pagelaran semakin semarak dengan penampilan beragam tarian tradisional, devile budaya, hingga drama kolosal yang mengangkat kisah perjuangan Suku Padoe—menjadi pengingat kuat akan pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah perubahan zaman.


Tinggalkan Balasan