Di Balik Dinding Puskesmas, Sedekah Jum’at Hadirkan Hangatnya Kepedulian
Jumat 13 Maret 2026, 10:23 WITA
Oleh: Indra Gunawan, Editor: Adi Barapi
LUWU TIMUR, HNMIndonesia.com, – Menjelang senja di bulan suci Ramadan, suasana di Puskesmas Malili tak hanya dipenuhi oleh aktivitas medis dan lalu lalang keluarga pasien. Di balik itu, hadir kehangatan lain yang tak kalah penting—kepedulian.
Gerakan Sedekah Jum’at Luwu Timur kembali menapaki langkah sunyi namun bermakna, membagikan 60 paket nasi kotak kepada pasien, penjaga pasien, hingga para pengguna jalan, Jumat (13/03/2026). Kegiatan sederhana ini menjelma menjadi momen penuh arti, terutama bagi mereka yang tengah berjibaku dengan rasa lelah, cemas, dan harap.
Tim relawan bergerak menjelang waktu berbuka. Dengan langkah sigap, mereka menyusuri ruang-ruang perawatan, menyapa satu per satu keluarga pasien, menyerahkan nasi kotak dengan senyum dan doa. Tak ada seremoni, tak ada panggung—hanya ketulusan yang mengalir apa adanya.
Bagi para penjaga pasien, waktu berbuka seringkali datang tanpa persiapan. Fokus mereka terpecah antara menjaga orang tercinta dan memenuhi kebutuhan diri sendiri. Di sinilah kehadiran paket nasi kotak menjadi lebih dari sekadar makanan—ia menjadi simbol perhatian, bahwa mereka tidak sendiri.
“Terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya. Nasi kotak ini sangat membantu kami yang sedang menjaga keluarga di rumah sakit, apalagi di bulan suci Ramadan,” ujar salah satu keluarga pasien dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya di dalam area Puskesmas, pembagian juga menyasar pengguna jalan di sekitar lokasi. Mereka yang melintas, entah dalam perjalanan pulang atau mencari nafkah, turut merasakan manfaat dari gerakan kecil ini. Dalam sekejap, sekotak nasi mampu menghadirkan senyum di tengah rutinitas yang melelahkan.
Lebih dari sekadar berbagi makanan, kegiatan ini membawa pesan yang lebih dalam—tentang pentingnya hadir bagi sesama, terutama di saat-saat sulit. Ramadan menjadi ruang refleksi, bahwa kepedulian sosial bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang merasakan.
Gerakan Sedekah Jum’at Luwu Timur sendiri bukan kali pertama menggelar aksi serupa. Pekan sebelumnya, mereka telah menyasar pondok-pondok pesantren di wilayah Malili. Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti konsistensi dalam menebar manfaat sepanjang bulan penuh berkah.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan, aksi seperti ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tak selalu harus besar. Ia bisa hadir dalam bentuk paling sederhana—sebungkus nasi, seulas senyum, dan sepotong perhatian.
Dan di Puskesmas Malili sore itu, kebaikan terasa begitu nyata.


Tinggalkan Balasan