Parmudora Luwu Timur Gelar FGD Penyusunan Rencana Induk Geopark Matano, Targetkan Status Geopark Nasional
Kamis 20 November 2025 | 10:23 WITA
Oleh: Indra Gunawan | Adi Barapi
LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, — Upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk mendorong Geopark Matano meraih status Geopark Nasional kembali diperkuat melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Geopark (RIG) Matano, Kamis (20/11/2025). Kegiatan berlangsung di Aula Wisma Golden House, Malili, dan diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Parmudora) Kabupaten Luwu Timur.
FGD ini sekaligus menjadi tindak lanjut resmi dari permohonan Universitas Hasanuddin (UNHAS) terkait pelaksanaan penyusunan rencana induk, sebagaimana tertuang dalam surat Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Nomor 64882/UN4.1.1/TU.01/2025.
Ketua Tim Percepatan Penyusunan Geopark Matano yang juga Kepala Dinas Kominfo-SP Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, tampil memberikan pengarahan sekaligus menegaskan pentingnya dokumen rencana induk dalam proses pengajuan Geopark Matano.
“Dokumen rencana induk bukan sekadar formalitas administrasi. Ini adalah fondasi strategis untuk mengelola geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity secara terintegrasi,” tegasnya dalam sesi utama FGD.
Andi Tabacina juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas elemen, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha hingga komunitas, agar konsep besar pengembangan geopark tidak berhenti pada wacana semata.
“Harapan kita, penyusunan rencana ini menjadi langkah percepatan menuju pengakuan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional. Ini akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Luwu Timur,” tambahnya.
Kegiatan FGD ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Parmudora Lutim Muhammad Safaat DP., Kepala Dinas PMD Drs. Rapiuddin Tahir, sejumlah OPD terkait, jajaran PT Vale Indonesia Tbk, para camat, pengelola Malili Biodiversity Center (MBC), IKA Geologi Luwu Timur, hingga praktisi budaya.
Untuk memperkuat materi pembahasan, panitia menghadirkan dua narasumber berkompeten: Deddy Irfan Bachri dari Jeneral Manajemen Pangkep dan Dr. Yadi Mulyadi dari Universitas Hasanuddin, yang masing-masing memaparkan kerangka pengembangan geopark dari perspektif manajemen serta kajian akademik.
Dengan dilaksanakannya FGD ini, pemerintah berharap dapat merumuskan dokumen induk yang komprehensif dan menjadi landasan pengembangan Geopark Matano sebagai destinasi geowisata berstandar nasional. Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi momentum mempertegas identitas Luwu Timur sebagai wilayah dengan kekayaan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang bernilai tinggi.


Tinggalkan Balasan