Unjuk Rasa hingga Malam Hari, Warga Gelar Terpal dan Cor Beton Jalan Trans Sulawesi
Jumat 23 Januari 2026, 20:21 WITA
Oleh: Adi Barap8
LUWU, HNMIndonesia.com, – Ratusan warga bersama mahasiswa masih terus melakukan aksi unjuk rasa hingga malam hari dengan memblokade Jalan Trans Sulawesi, poros Belopa–Makassar, Jumat (23/1/2026).
Aksi blokade jalan ini berlangsung di gerbang batas Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo. Massa menutup badan jalan menggunakan kayu dan ban bekas.
Selain itu, mereka juga menggelar terpal di tengah jalan serta melakukan pengecoran beton yang menutup penuh badan jalan Trans Sulawesi.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di jalur utama Trans Sulawesi mengalami kemacetan total.
Ratusan kendaraan dilaporkan tertahan sejak siang hari dan tidak dapat melintas dari kedua arah.
Selain di batas Kabupaten Luwu–Wajo, aksi serupa juga berlangsung di sejumlah titik di wilayah Luwu Raya. Di antaranya di perempatan Lamlu, jalur lalu lintas Belopa, batas Luwu–Palopo, Walenrang, ruas Masamba–Luwu Utara, serta Malili–Luwu Timur.
Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Syarifuddin, mengatakan pihak kepolisian terus berupaya melakukan pendekatan kepada massa aksi agar dapat memberikan ruang bagi pengendara, khususnya yang berada dalam kondisi darurat.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar arus lalu lintas bisa kembali normal,” kata AKP Syarifuddin, Jumat (23/1/2026).
Aksi unjuk rasa ini disebut sebagai puncak perjuangan masyarakat Luwu untuk memiliki provinsi baru yang terpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan. Massa mendesak pemerintah pusat segera mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) agar Provinsi Luwu Raya dapat segera terbentuk.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi dan arus lalu lintas di sejumlah titik belum kembali normal.


Tinggalkan Balasan