FKIK UIN Alauddin Makassar Perkuat Lingkungan Aman dan Inklusif Lewat Pembentukan Satgas
Kamis 15 Januari 2026, 08:04 WITA
Oleh: Putri Novasari
MAKASSAR, hnmindonesia.com, — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan berorientasi pada keselamatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Launching Tim Satuan Tugas (Satgas) K3, Anti Kekerasan, dan Root Cause Analyzer (RCA), sekaligus Launching Penyusunan Pedoman K3, Anti Kekerasan, Patient Safety, Pelibatan Mahasiswa, dan RCA.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Lantai Terpadu (LT) FKIK UIN Alauddin Makassar, dan dihadiri pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa.
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah awal FKIK UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat tata kelola fakultas yang lebih humanis, inklusif, serta responsif terhadap berbagai potensi risiko, baik di lingkungan akademik maupun layanan kesehatan. Satgas diharapkan mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan, pendampingan, hingga evaluasi terhadap isu keselamatan kerja, kekerasan, dan mutu layanan.
Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Satgas dan penyusunan pedoman bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif, melainkan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja dan belajar yang saling menghargai.
“Pedoman K3, anti kekerasan, patient safety, pelibatan mahasiswa, dan root cause analyzer ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar hidup dan diterapkan dalam keseharian sivitas akademika FKIK,” ungkapnya.
Proses pembentukan Satgas dan penyusunan pedoman ini dikomandoi langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Isriany Ismail, S.Farm., Apt., M.Si., bersama Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr. Patima, S.Kep., Ns., M.Kep. Keduanya menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas unsur demi menghasilkan pedoman yang aplikatif dan berpihak pada keselamatan bersama.
Menariknya, pelibatan mahasiswa menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan pedoman. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi seluruh sivitas akademika, serta mendorong terciptanya ruang pendidikan yang partisipatif dan terbuka.
Melalui langkah ini, FKIK UIN Alauddin Makassar berharap dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola institusi, memperkuat sistem keselamatan dan pencegahan kekerasan, serta mendukung pemenuhan standar mutu dan akreditasi di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan, dengan tetap menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ruh utama.


Tinggalkan Balasan