Bulog Dinilai Lamban Serap Gabah, Harga Gabah Petani di Luwu Anjlok
Rabu 07 Januari 2026:15:23 WITA
Oleh: Adi Barapi
LUWU, – hnmindonesia.com, -Perum Bulog dinilai belum maksimal melakukan penyerapan gabah petani di Kabupaten Luwu. Kondisi ini berdampak pada anjloknya harga gabah di tingkat petani yang kini berada di kisaran Rp6.300 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kabupaten Luwu memiliki karakteristik pertanian yang berbeda dengan daerah lain. Pola panen di wilayah ini bersifat berjenjang dan berlangsung hampir sepanjang tahun. Namun, Bulog dinilai belum hadir secara optimal di lapangan untuk menyerap gabah petani.
Akibat minimnya penyerapan, petani mengaku kebingungan menyalurkan hasil panen. Gabah menumpuk di tingkat petani dan sebagian terpaksa dijual ke tengkulak dengan harga rendah karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Hingga saat ini, masih terdapat beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu yang sedang dan akan memasuki masa panen.
Menanggapi kondisi tersebut, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Palopo, Maysius P menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.
“Kemarin tim sudah saya arahkan untuk berkoordinasi dengan PPL dan petani setempat di sana, Namun keputusan dari Badan Pangan Nasional terkait harga dan skema penyerapan belum keluar,” ujar Maysius.
Ia menyebutkan, kemungkinan harga pembelian gabah tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Kemungkinan seperti tahun lalu di harga Rp6.500 per kilogram. Kami masih menunggu ketentuan dari pusat terkait aturan dan skema pembelian gabah atau beras cadangan pemerintah,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak akan kehadiran Bulog untuk menjaga stabilitas harga gabah dan melindungi petani dari kerugian. Petani berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan keputusan agar Bulog dapat segera turun melakukan penyerapan gabah di Kabupaten Luwu.


Tinggalkan Balasan