HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Evaluasi PAD Akhir 2025, Bupati Luwu Dorong Optimalisasi Digitalisasi Pembayaran

Senin 29 Desember 2025 | 10:23 WITA

Oleh: Adi Barapi, Belopa

 

LUWU, hnmindonesia.com,  – Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar Rapat Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lounge Kantor Bupati Luwu, Senin (29/12/2025).

 

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Luwu, Patahudding, dan dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Luwu, Pj Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda, Inspektur Daerah, serta kepala OPD pengelola pendapatan daerah, termasuk Bapenda, Bappelitbangda, BKAD, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas PUTR, hingga Direktur RSUD Batara Guru.

 

Dalam arahannya, Bupati Luwu menyampaikan apresiasi kepada sejumlah OPD yang mampu melampaui target pendapatan daerah. OPD tersebut di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

 

“Capaian ini patut diapresiasi. Namun bagi OPD yang belum mencapai target, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk uji petik di lapangan dan penguatan sistem pembayaran digital,” tegas Patahudding.

 

Ia menambahkan, penerapan transaksi non-tunai terbukti efektif dalam meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

 

Sejalan dengan itu, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh Rudi menekankan bahwa pembayaran pajak dan retribusi secara digital jauh lebih optimal dibandingkan sistem tunai. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah agar pada tahun 2026 seluruh OPD mampu mencapai target pendapatan berbasis potensi riil serta penguatan elektronifikasi transaksi.

 

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Luwu, Zulkifli, menyoroti pentingnya identifikasi persoalan di lapangan melalui sistem pembayaran digital dan pengawasan yang lebih ketat.

 

“Dengan sistem yang baik dan pengawasan maksimal, kami optimistis PAD Kabupaten Luwu akan terus meningkat. DPRD siap menjadi mitra strategis OPD dalam optimalisasi pendapatan daerah,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapenda Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, memaparkan bahwa realisasi Pajak Daerah tahun 2025 mencapai 110 persen atau surplus sebesar Rp7,4 miliar. Dari target Rp72.833.386.943,00, realisasi yang dicapai sebesar Rp80.323.445.451,00.

 

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Bupati dan Wakil Bupati Luwu, DPRD, sinergi lintas OPD, serta penerapan sistem digital dalam pembayaran pajak daerah.

 

Selain pajak, sejumlah OPD juga berhasil melampaui target retribusi daerah. Bappelitbangda mencatat realisasi 156 persen, Dinas Kesehatan 117 persen, Dinas Perikanan 102 persen, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian 110 persen, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebesar 154 persen dari target yang ditetapkan.

 

Di sisi lain, Kepala BKAD Kabupaten Luwu, Alamsyah, menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih menunggu realisasi beberapa dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi. Ia berharap dalam waktu dekat dana tersebut dapat segera tersalurkan guna mendukung belanja daerah, khususnya untuk program prioritas dan pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini