Jelang Nataru, Bus Antar Kota Kesulitan BBM, Ternyata Ini Penyebabnya
Sabtu 13 Desember 2025 | 14:22 WITA
Oleh: Indra Gunawan, Malili
LUWU TIMUR, hnmindonesia.com — Menjelang natal dan tahun baru 2026, sejumlah sopir bus rute Luwu Timur-Makassar, mengaku kesulitan mendapatkan solar di semua SPBU di Luwu Timur, Sabtu (13/12/2025).
Penyebabnya diduga karena maraknya praktik penimbunan dan pelangsiran solar subsidi di SPBU. Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan sopir bus, tapi juga warga pengguna langsung serta kendaraan angkutan umum lainnya.
Meski telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum menunjukkan adanya penanganan serius. Setiap hari, puluhan kendaraan pelangsir BBM jenis solar terlihat memadati SPBU Malili. Kendaraan tersebut didominasi mobil Panther yang diduga menggunakan tangki rakitan berkapasitas besar untuk menimbun solar subsidi.
Akibat antrean kendaraan pelangsir tersebut, pasokan solar subsidi di SPBU Malili kerap habis dalam waktu singkat. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk para sopir bus antar kota yang melayani rute Luwu Timur–Makassar.
Para sopir bus mengaku kesulitan mendapatkan solar subsidi di wilayah Luwu Timur. Untuk memenuhi kebutuhan operasional, mereka terpaksa mencari solar ke wilayah lain, seperti Kabupaten Luwu Utara atau Kota Palopo.
“Kalau di Luwu Timur hampir tidak pernah dapat solar. Kami terpaksa isi di Luwu Utara atau Palopo supaya bisa lanjut perjalanan,” ungkap salah seorang sopir bus antar kota.
Kondisi tersebut tidak hanya menambah biaya operasional, tetapi juga kerap mengganggu jadwal keberangkatan bus. Bahkan, sebagian sopir terpaksa membeli solar non-subsidi dengan harga yang lebih mahal agar perjalanan tetap berjalan.
Kelangkaan solar subsidi ini turut memicu keresahan masyarakat. Warga menilai praktik penimbunan BBM subsidi telah merugikan banyak pihak, terutama pengguna yang benar-benar berhak.
Meski aktivitas pelangsiran dan penimbunan solar subsidi ini diduga sudah berlangsung lama, aparat penegak hukum dinilai belum mampu menindak tegas para oknum pelaku. Warga berharap aparat kepolisian, Pertamina, serta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penertiban.
Masyarakat mendesak adanya pengawasan ketat di SPBU Malili agar distribusi solar subsidi tepat sasaran dan tidak lagi dikuasai oleh para penimbun yang mencari keuntungan pribadi.


Tinggalkan Balasan