Sepeda Motor Pelangsir Pertalite Terbakar di SPBU Malili, Warga Panik
Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:23 WITA
Oleh: Indra Gunawan, Malili
LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, – Satu unit sepeda motor Suzuki Thunder hangus terbakar di area SPBU Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (13/12/2025) pagi. Kebakaran terjadi hanya beberapa menit setelah sepeda motor tersebut mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite hingga penuh.
Peristiwa itu terjadi saat kondisi SPBU sedang dipadati antrean kendaraan. Api tiba-tiba muncul dari bagian sepeda motor sesaat setelah pemiliknya menjauh dari dispenser BBM. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh badan motor.
Kejadian tersebut sontak memicu kepanikan warga dan pengendara lain yang sedang mengantre. Sejumlah pengunjung berhamburan menjauh karena khawatir api menjalar ke kendaraan lain maupun area tangki BBM SPBU.
Petugas SPBU dibantu warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Api berhasil dikendalikan sebelum merembet lebih luas, namun sepeda motor tersebut tidak dapat diselamatkan.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi, sepeda motor yang terbakar diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM subsidi. Dugaan ini menguat mengingat praktik pelangsiran BBM jenis Pertalite di SPBU Malili telah berlangsung setiap hari.
Aktivitas tersebut dibuktikan dengan banyaknya lapak-lapak penjual Pertalite eceran yang berjejer di sepanjang area sekitar SPBU Malili. Selain itu, hampir setiap hari terlihat puluhan sepeda motor dengan tangki yang telah dimodifikasi bebas mengisi Pertalite hingga ratusan ribu rupiah dalam satu kali pengisian.
Ironisnya, meski praktik pelangsiran BBM subsidi ini telah berlangsung lama dan dilakukan secara terang-terangan, aparat kepolisian setempat dinilai belum mampu menertibkan para pelaku.
Salah seorang warga Malili, Andi (34), meminta aparat kepolisian tidak menutup mata terhadap aktivitas tersebut.
“Ini bukan kejadian baru. Pelangsir tiap hari bebas isi Pertalite, bahkan pakai tangki modifikasi. Kami minta polisi jangan tutup mata, karena yang dirugikan masyarakat kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan warga yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi justru kesulitan mendapatkan Pertalite di SPBU.
“Sering kami antre lama, tapi Pertalite sudah habis. Kalau begini terus, untuk siapa sebenarnya BBM subsidi itu?” tambahnya.
Beruntung, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun insiden ini menjadi peringatan serius terkait lemahnya pengawasan serta penertiban distribusi BBM subsidi di wilayah Luwu Timur.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama pihak terkait segera melakukan penindakan tegas agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak terus merugikan masyarakat luas.
Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taupik belum memberikan keterangan lengkap terkait insiden kebakaran sepeda motor tersebut. Taupik mengaku masih menunggu laporan dari Polsek Malili.
“Kami belum terima laporannya, nanti kami sampaikan apa penyebabnya,” kata Muh Taupik.
Sementara Abba, pengelola SPBU Malili, belum dapat dikonfirmasi.(***)
_______________


Tinggalkan Balasan