HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Pemkab Luwu Timur Dorong Pengembangan Ayam Petelur Lewat Program PANDU JUARA

Minggu 16 November 2025 | 15:23 WITA

Oleh: Indra Gunawan | Editor: Adi Barapi

 

LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat strategi ketahanan pangan desa melalui Program PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul Juara). Salah satu agenda prioritas yang kini tengah digarap ialah pengembangan potensi budidaya ayam petelur sebagai sektor usaha produktif di desa.

 

Langkah ini kembali ditegaskan dalam pertemuan resmi yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, pada Ahad (16/11/2025), di Ruang Rapat Bupati. Pertemuan tersebut turut dihadiri Pj. Sekda Lutim, Dr. Ramadhan Pirade, jajaran asisten, kepala OPD terkait, tenaga ahli, serta lima kepala desa sebagai wilayah sampel pengembangan.

 

Kelima desa yang menjadi lokasi percontohan antara lain Desa Lumbewe di Kecamatan Burau, Desa Beringin Jaya dan Bangun Jaya di Kecamatan Tomoni, serta Desa Pertasi Kencana dan Sumber Agung di Kecamatan Mangkutana.

 

Pertemuan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari rangkaian study tiru Pemkab Lutim ke daerah-daerah yang telah sukses menjalankan industri peternakan ayam petelur, termasuk Blitar yang dikenal sebagai salah satu daerah rujukan nasional.

 

Bupati Irwan menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun model usaha yang berkelanjutan. Ia menghadirkan langsung konsultan yang akan menjadi mitra teknis desa dan pemerintah daerah dalam pengembangan unit budidaya tersebut.

 

“Dengan adanya pemaparan ini, kita ingin memastikan desa memahami skema kerja sama serta model pengembangan yang akan diterapkan. Semua harus terukur, mulai dari teknis budidaya hingga manajemen usaha,” ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, konsultan mitra Zuhal Natsir menjabarkan konsep kandang modern “close house”, teknologi yang mampu memberikan kontrol suhu, ventilasi, dan sanitasi secara optimal sehingga mendukung peningkatan produktivitas.

 

Menurutnya, sistem modern ini tidak hanya menjamin keamanan biologis ternak, tetapi juga mendorong efisiensi tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru di sektor pangan bergizi.

 

Zuhal turut memaparkan sejumlah aspek teknis mulai desain kandang, pilihan strain ayam petelur, sistem pakan dan minum otomatis, hingga analisis investasi dan beban operasional.

 

Bupati Irwan merespons positif paparan tersebut dan menegaskan bahwa teknologi close house telah terbukti berhasil diterapkan di beberapa daerah, termasuk pada kunjungan studi yang ia lakukan sebelumnya.

 

“Jumlah tenaga kerja memang tidak banyak, tetapi persyaratan kerja dan penggunaan APD sangat ketat. Karena itu, SDM harus dipersiapkan dengan matang,” ungkapnya.

 

Ia meminta agar skema kerja sama antara BUMDESMA, dinas teknis, dan mitra strategis segera difinalkan untuk mempercepat implementasi kegiatan di desa.

 

“Setiap pihak harus berperan. Desa, OPD, serta BUMDESMA harus diberdayakan untuk memastikan program ini bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini