Pemkab Luwu Gelar FGD Penyusunan RPKD 2025–2029, Wabup Tekankan Keseriusan Atasi Kemiskinan
Selasa 18 November 2025 | 10:23 WITA
Oleh: Indra Gunawan – Editor: Adi Barapi
LUWU, hnmindonesia.com,- Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Bappelitbangda menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 di ruang Lounge Kantor Bupati Luwu, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, bersama Kepala Bappelitbangda, Moh. Arsal Arsyad, jajaran OPD, BPS, TP-PKK, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Wabup Dhevy menegaskan bahwa upaya menekan angka kemiskinan merupakan agenda prioritas yang membutuhkan komitmen seluruh OPD. Ia menyebut penurunan angka kemiskinan sekitar 0,8% belum cukup, sebab Luwu masih berada di posisi ketiga tertinggi tingkat kemiskinan di Sulsel.
“Potensi alam kita besar, dari pertanian hingga perikanan. Seharusnya kita masuk tiga besar paling sejahtera,” ujarnya, sembari mendorong OPD untuk fokus pada program yang menyentuh kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bappelitbangda, Moh. Arsal Arsyad, memaparkan bahwa angka kemiskinan Luwu saat ini berada pada 10,58% atau sekitar 41 ribu jiwa. Melalui RPKD, Pemkab menargetkan capaian satu digit pada 2029. Strategi yang disiapkan meliputi pengurangan beban pengeluaran melalui layanan kesehatan gratis, rumah layak huni, sanitasi, dan pendidikan; peningkatan pendapatan melalui penguatan komoditas unggulan, UMKM, serta perluasan kesempatan kerja; hingga intervensi multisektoral seperti subsidi pupuk dan mekanisasi pertanian.
Arsal juga menekankan pentingnya sinkronisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran bantuan.
Melalui FGD ini, Pemkab Luwu berharap lahir kolaborasi yang solid antar-OPD agar penanganan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


Tinggalkan Balasan