HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Petani di Luwu Protes Harga Gabah Anjlok, Ketua Komisi II DPRD Sentil Bulog

 

Senin 17 November 2025 | 13:51 WITA

Oleh: Marwan Simalla – Editor: Adi Barapi

 

LUWU – hnmindonesia.com, – Harga gabah di tingkat petani Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan kembali mengalami penurunan tajam. Dalam sepekan terakhir, harga gabah hanya berada pada kisaran Rp 6.300 per kilogram, membuat para petani semakin tertekan. Harga tersebut berada di bawah biaya produksi sehingga mereka kesulitan mengembalikan modal untuk musim tanam berikutnya.

 

“Turun terus harganya pak, jangankan untung, buat kembali modal saja tidak cukup,” keluh Fauzan, seorang petani di Luwu, Senin (17/11/2025).

 

Ia berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami petani dan menghadirkan kebijakan yang mampu memperbaiki harga gabah di lapangan.

 

Anjloknya harga gabah ini mendapat respons keras dari Ketua Komisi II DPRD Luwu, Wahyu Napeng. Ia mengaku telah menghubungi pihak Perum Bulog Palopo untuk meminta penjelasan. Namun, Bulog berdalih bahwa kapasitas gudang mereka tidak mencukupi untuk menampung gabah petani dalam jumlah besar.

 

Wahyu menilai alasan tersebut tidak masuk akal. Menurutnya, kondisi harga yang merosot tidak boleh dibiarkan karena akan merugikan petani dan dapat memengaruhi minat tanam di tahun berikutnya.

 

“Ini alasan yang menurut kami tidak rasional dengan kondisi sekarang ini. Kami mendesak pemerintah pusat melakukan monitoring dan memberikan solusi agar harga jual gabah petani kita tidak dimainkan,” tegas Wahyu.

 

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah menegaskan bahwa Bulog wajib menyerap gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram tanpa tawar-menawar. Instruksi tersebut disampaikan sebagai langkah untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak serta menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

 

Mentan juga mengingatkan bahwa pembelian gabah di bawah harga yang ditetapkan pemerintah dapat menurunkan kesejahteraan petani dan memengaruhi produksi padi secara nasional jika petani mengurangi luas tanam akibat rendahnya keuntungan.

 

Dengan anjloknya harga gabah di Luwu, para petani berharap instruksi Menteri Pertanian tersebut segera dilaksanakan secara tegas di lapangan, termasuk oleh Bulog Palopo, agar harga gabah kembali stabil dan tidak merugikan petani sebagai produsen pangan utama.

 

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Palopo, Iskandar, menjelaskan bahwa harga pembelian gabah oleh Bulog tetap berada pada angka Rp 6.500 per kilogram, sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah. Namun jika terjadi pembelian gabah di tingkat petani di bawah HPP oleh pengepul atau pihak lain, Bulog mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi.

 

Iskandar juga membenarkan bahwa kapasitas gudang Bulog saat ini sudah melebihi daya tampung.

“Daya tampung gudang kita hanya 32 ribu ton, sementara saat ini gabah yang masuk sudah 35 ribu ton,” jelasnya.

 

Terkait informasi adanya gudang Bulog yang disewakan kepada perusahaan swasta, ia membenarkan hal tersebut. Iskandar memastikan bahwa penyewaan dilakukan secara resmi dan diketahui langsung oleh pimpinan pusat di Jakarta.

“Itu sewa resmi, bukan di bawah tangan. Sewanya sejak tahun 2023 selama tiga tahun,” katanya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini