Gotong Royong Jadi Fondasi Utama Upaya Pencegahan Banjir di Wonorejo Timur
Kamis, 30 Oktober 2025, 10.23 WITA
Reporter: Indra Gunawan – Editor: Adi Barapi
LUWU TIMUR, hnmindonesia.com – Desa Wonorejo Timur, Kecamatan Mangkutana, kembali menghadapi ancaman banjir seiring masuknya musim penghujan. Kondisi geografis desa yang memiliki sejumlah titik rawan genangan air membuat Pemerintah Desa fokus memperkuat budaya gotong royong sebagai langkah utama pencegahannya.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan penyuluhan lingkungan yang digelar di Aula Kantor Desa, di mana Pj Kepala Desa Wonorejo Timur memaparkan bahwa persoalan banjir tidak dapat ditangani dengan solusi instan. Ia menekankan, kebersamaan warga dalam menjaga drainase dan kebersihan lingkungan jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan penanganan teknis dari pemerintah.
“Gotong royong adalah kunci utama. Saluran air yang mampet biasanya bukan karena kurangnya infrastruktur, tetapi karena sampah yang menumpuk. Jika semua warga sadar dan saling mengingatkan, insya Allah banjir bisa kita cegah bersama,” jelasnya.
Menurutnya, beberapa kejadian banjir tahun-tahun sebelumnya terjadi akibat penyempitan jalur air dan penumpukan sampah rumah tangga. Karena itu, pemerintah desa menekankan pentingnya kerja bakti rutin untuk mengantisipasi penyumbatan drainase, terutama di kawasan padat penduduk dan sepanjang jalan utama.
Sementara itu, Sekretaris Desa Wonorejo Timur, Mas Carik, menyoroti bahwa penanganan banjir adalah persoalan sosial yang membutuhkan tanggung jawab kolektif.
“Pemerintah desa bisa membuat program, tapi tanpa partisipasi aktif masyarakat, semua itu tidak akan sepenuhnya efektif. Banjir ini persoalan bersama. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus muncul dari diri sendiri, bukan karena ada imbauan saja,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, kerja bakti bukan hanya aktivitas fisik membersihkan saluran atau mengangkut sampah, tetapi juga sarana membangun solidaritas antarwarga. Dengan hubungan sosial yang kuat, setiap persoalan lingkungan dapat diatasi lebih cepat dan lebih tepat.
Pemerintah Desa Wonorejo Timur merencanakan jadwal rutin kerja bakti di beberapa titik rawan genangan, sekaligus melakukan sosialisasi lanjutan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Warga diharapkan tidak hanya hadir saat gotong royong berlangsung, tetapi juga menerapkan pola hidup bersih setiap hari.
Dengan semangat kebersamaan, pemerintah desa optimistis bahwa masalah banjir dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat pedesaan.


Tinggalkan Balasan