HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Ketika Suara Anak Muda Menggema di Malili: Pagelaran Musik Sumpah Pemuda yang Menyatukan

 

 

Sabtu 25 Oktober 2025, 20:23 WITA

Oleh: Indra Gunawan – Editor: Adi Barapi

 

LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, — Semangat Hari Sumpah Pemuda ke-97 benar-benar terasa hidup di Andi Nyiwi Park, Sabtu malam (25/10/2025). Cahaya panggung yang menari, riuh tawa penonton, dan deretan musisi muda yang tampil penuh percaya diri menjadikan malam itu bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kebangkitan kreativitas anak bangsa.

 

Pagelaran Musik Sumpah Pemuda yang digagas Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparmudora) Luwu Timur ini mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu”—sebuah pesan yang tidak hanya terlihat pada spanduk acara, tetapi nyata dalam kolaborasi dan energi para peserta.

 

Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Kadis Transnaker), Kamal Rasyid, hadir membuka acara mewakili Bupati Luwu Timur. Dalam sambutannya, Kamal tidak hanya memberikan ucapan selamat, tetapi juga menegaskan pentingnya menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda.

 

“Ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah wadah bagi anak muda untuk menyalurkan bakat, menguatkan identitas, dan menumbuhkan semangat kebangsaan,” ujar Kamal, disambut tepuk tangan hangat pengunjung.

 

Ia juga berharap pagelaran musik seperti ini terus hadir sebagai ruang tumbuh dan ruang belajar, mengingat acara tersebut merupakan praktik langsung dari peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Soundman yang dilaksanakan di Wisma Golden House, Desa Puncak Indah. Hasilnya terlihat jelas: tata suara lebih matang, panggung lebih rapi, dan para peserta tampil lebih profesional.

 

Acara turut dihadiri Kepala Polairud, Kapolsek Malili, Ketua Asosiasi Musisi Luwu Timur (AMLT), Kepala Bidang Kepemudaan Disparmudora Andi Mas’ud Rusyid, serta para musisi dan komunitas pemuda dari berbagai kecamatan.

 

Sembilan band tampil mengisi panggung secara bergantian, masing-masing membawa warna dan energi yang berbeda. Dari Pukul12 Skatepunk yang memanaskan suasana dengan musik skatepunk khas anak Wasuponda, hingga Inditokyo yang menutup malam dengan performa penuh karakter. Nama-nama lain seperti Towuti Community Band, Sambakki Project Band, Nadine and MR Error, Nuha Music Shelter, Nafsoe Reborn, Tos-G Band, Kafe Project, dan Repsiti Band turut menambah warna keberagaman musik anak muda Luwu Timur.

 

Di antara sorak penonton, terlihat wajah-wajah penuh bangga dari para orang tua, teman, dan sesama musisi yang datang memberikan dukungan. Banyak dari mereka merasa malam itu bukan sekadar ajang tampil, tetapi sebuah pengakuan bahwa generasi muda Luwu Timur punya ruang, punya panggung, dan punya masa depan yang bisa mereka bangun sendiri.

 

Pagelaran ini menegaskan satu hal: musik adalah bahasa yang menyatukan, dan di Malili malam itu, suara anak muda benar-benar menggema—membawa harapan, menyebarkan semangat persatuan, dan menyatukan langkah generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini