HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Kartu Lansia, Janji Ibas–Puspa yang Kini Menyapa Ribuan Warga Tua Luwu Timur

 

Kamis 30 Oktober 2025, 10:23 WIT

Oleh: Indra Gunawan -Adi Barapi

 

LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, – Pagi itu, suasana Halaman Kantor Bupati Luwu Timur terasa berbeda. Di antara para tamu undangan, tampak puluhan warga lanjut usia duduk rapi, sebagian mengenakan sarung dan jilbab sederhana, sebagian lainnya bertongkat atau didampingi keluarganya. Mereka datang bukan untuk sekadar menghadiri acara seremonial—tetapi menjemput harapan baru.

 

Harapan itu bernama Kartu Lansia, program unggulan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler, atau yang akrab disebut Ibas–Puspa. Sejak masa kampanye, keduanya berulang kali menegaskan bahwa kesejahteraan warga lanjut usia harus menjadi prioritas. Kini, janji itu mulai diwujudkan.

 

Wujud Kepedulian yang Nyata

 

Saat namanya dipanggil, Saing, warga Desa Pasi-Pasi, perlahan bangkit sambil mengeratkan pegangan pada tongkatnya. Senyum kecil muncul ketika ia menerima kartu berwarna biru—kartu yang bukan sekadar identitas, melainkan akses terhadap bantuan tunai dan layanan perbankan yang lebih mudah.

 

“Na syukurki… semoga bisa terus dibantu begini,” ujarnya pelan, sambil memandangi kartunya seakan memegang sesuatu yang sangat berharga.

 

Momen seperti ini berulang. Sahari Banong, Madi, hingga Indo Tang—semuanya menerima Kartu Lansia dengan ekspresi penuh harap. Bagi mereka, bantuan Rp2 juta untuk dua bulan pertama adalah angin segar di tengah kebutuhan hidup yang semakin mendesak.

 

Program Besar yang Dimulai dari Niat Tulus

 

Bupati Irwan Bachri Syam dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini bukan muncul tiba-tiba. “Sejak awal saya dan Ibu Puspawati sepakat bahwa lansia harus diprioritaskan. Ini komitmen kami,” ucapnya.

 

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3.000 lansia terdaftar dalam tahap uji coba. Jumlah itu akan terus bertambah seiring perluasan penyaluran di seluruh kecamatan. Tahap awal difokuskan di Kecamatan Malili, sebelum tim turun langsung ke desa-desa pada Desember mendatang.

 

Kartu Lansia tidak hanya berfungsi sebagai kartu penerima bantuan sosial, tetapi juga sebagai kartu ATM. Dengan begitu, para lansia tak lagi kesulitan menerima bantuan secara tunai—sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan pemerintah mempermudah pelayanan.

 

Pelayanan Khusus untuk Orang Tua

 

Di balik kemegahan seremonial, terselip pesan humanis yang disampaikan Bupati Irwan kepada pihak Bank Sulselbar. “Perlakukan mereka seperti orang tua kita. Layani dengan hati,” katanya tegas.

 

Permintaan sederhana itu menegaskan filosofi Ibas–Puspa: program bukan hanya soal angka dan data, tetapi tentang rasa hormat dan kepedulian kepada mereka yang telah menghabiskan hidup membesarkan generasi hari ini.

 

Tak Hanya untuk Lansia, Tapi Juga Masa Depan Anak Muda

 

Menariknya, rangkaian kegiatan hari itu tidak berhenti pada penyaluran Kartu Lansia. Sebanyak 10 mahasiswa menerima beasiswa secara simbolis—bagian kecil dari total 4.244 mahasiswa yang lolos verifikasi tahap pertama. Ada pula 3.225 mahasiswa lain yang menunggu pencairan tahap kedua.

 

Ibas–Puspa seolah ingin menunjukkan bahwa pembangunan manusia Luwu Timur harus menyentuh dua ujung usia: yang telah menua, dan yang sedang menapaki masa depan.

 

Lebih dari Sekadar Program Bantuan

 

Melihat para lansia tersenyum sembari menggenggam Kartu Lansia mereka, terasa jelas bahwa program ini lebih dari sekadar penyaluran bantuan sosial. Ini adalah bentuk penghargaan. Ucapan terima kasih. Pengakuan bahwa mereka tidak dilupakan.

 

Kartu Lansia menjadi simbol dari pemerintahan yang ingin hadir hingga ke pintu rumah mereka, memastikan mereka tetap dihargai, dibantu, dan diurus.

 

Ibas–Puspa memulai program ini dengan tekad kuat. Dan bagi ribuan lansia di Luwu Timur, hari itu menandai dimulainya masa di mana mereka merasakan kembali perhatian pemerintah—bukan sebagai angka dalam data, tetapi sebagai orang tua yang harus dimuliakan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini