Seminar Pola Asuh Era Digital di Luwu Tekankan Peran Orang Tua sebagai Teladan Utama
Senin 20 Oktober 2025, 15:23 WITA
Oleh: Dhamrin Arfah – Editor: Adi Barapi
LUWU, hnmindonesia.com, — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tahun 2025 di Kabupaten Luwu diisi dengan penyelenggaraan Seminar Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital yang berlangsung di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan ratusan peserta dari kader PKK se-Kabupaten Luwu serta perwakilan berbagai organisasi perempuan.
Seminar dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding. Dalam sambutannya, ia menyoroti perubahan besar yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi terhadap kehidupan anak dan remaja.
“Kemajuan teknologi hari ini benar-benar mengubah pola interaksi dan cara belajar anak-anak kita. Karena itu, orang tua harus hadir secara aktif untuk membimbing,” ujar Hj. Kurniah.
Ia menegaskan bahwa teknologi memberi banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait karakter dan pola asuh.
“Pola asuh tidak lagi cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan fisik. Orang tua harus memastikan anak menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Ketua TP PKK juga mengajak seluruh kader untuk menjadi penggerak edukasi pola asuh digital di lingkungan masing-masing. Menurutnya, keluarga yang adaptif adalah kunci untuk menghadapi tantangan masa depan.
Seminar ini menghadirkan Sabariah Sudirman, pengurus TP-PKK Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai narasumber. Sesi Sabariah menjadi salah satu bagian paling menggugah dalam kegiatan tersebut.
Di awal pemaparan, ia mengajak peserta merenungi peran ibu sebagai pusat kasih sayang dan teladan utama bagi anak.
“Tolong pegang dadanya,” ucapnya dengan nada lembut yang langsung membuat suasana ruangan hening.
“Ibu-ibu semua mencintai anaknya, melahirkan dengan sepenuh hati, berjuang menghadirkan mereka ke dunia. Ingatlah, Anda adalah role model bagi anak-anak.”
Sabariah kemudian memandu peserta mengucapkan afirmasi sambil menepuk dada:
“Saya adalah role model dan teladan bagi anak saya.”
Afirmasi tersebut diulang beberapa kali, mengajak peserta benar-benar memaknainya. Ia bahkan mengajak kader PKK menepuk bahu peserta di sebelahnya sambil menyampaikan afirmasi yang sama, menciptakan momen emosional yang menyatukan seluruh ruangan.
“Anak-anak bukan hanya mendengar yang kita katakan, mereka meniru apa yang kita lakukan. Karena itu, kehadiran dan keteladanan orang tua adalah fondasi utama membangun karakter anak di era digital,” tegas Sabariah mengakhiri sesinya.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas orang tua dan kader PKK dalam menghadapi dinamika pengasuhan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.


Tinggalkan Balasan