HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Jalur Maut PT CLM Kembali Telan Korban, Driver Tewas Akibat Rem Blong

Redaktur News - 1503 Dilihat

 

Sabtu 30 Mei 2026, 18:32 WITA
Oleh: Putri Novasari

Luwu Timur, hnmindonesia.com, – Jalur hauling tambang milik PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) kembali memakan korban jiwa. Sabtu (30/5/2026), seorang pengemudi dump truck bernama Abdullah dilaporkan tewas setelah kendaraan yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di Kilometer 21 jalur hauling PT CLM, Desa Pongkeru, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, dump truck yang dikemudikan korban sedang mengangkut bijih nikel menuju stockpile. Saat melintasi jalur menurun, kendaraan tersebut diduga mengalami rem blong sehingga kehilangan kendali dan akhirnya terbalik di badan jalan.

Akibat insiden tersebut, Abdullah mengalami luka berat pada bagian kepala akibat terjepit badan kendaraan. Sejumlah rekan kerja yang berada di sekitar lokasi berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Peristiwa ini kembali memicu sorotan publik terhadap aspek keselamatan kerja di lingkungan operasional PT CLM. Pasalnya, kecelakaan tersebut bukan yang pertama terjadi.

Kematian Abdullah menambah panjang daftar korban jiwa di kawasan operasional perusahaan tambang nikel tersebut. Peristiwa ini menjadi kecelakaan fatal ketiga yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Beberapa pekan sebelumnya, tepatnya pada 27 April 2026, seorang pengemudi kendaraan tambang bernama Arisman (45), warga Donggala, Sulawesi Tengah, juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di jalur hauling yang sama. Kecelakaan tersebut diduga dipicu gangguan pada sistem pengereman kendaraan.

Sementara itu, pada 10 Oktober 2024 lalu, seorang pengawas subkontraktor bernama Iksan meninggal dunia setelah tertimbun material ore nikel yang tiba-tiba longsor di area pertambangan PT CLM.

Rentetan tragedi tersebut semakin memperkuat sorotan publik terhadap penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan tambang tersebut. Masyarakat menilai kejadian yang berulang dalam waktu relatif berdekatan tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa dan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.

Ironisnya, berbagai peringatan mengenai kondisi jalur hauling dan potensi bahaya di kawasan operasional tambang sebelumnya telah disampaikan oleh sejumlah elemen masyarakat. Tokoh Pemuda Desa Pongkeru, Haeruddin, bahkan pernah mengingatkan bahwa kondisi jalan yang memiliki kontur ekstrem dengan tanjakan dan turunan panjang berpotensi menimbulkan risiko tinggi bagi para pengemudi kendaraan tambang.

Menurutnya, jalur tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan, tetapi juga menjadi akses masyarakat menuju lahan pertanian dan sejumlah wilayah permukiman. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.

“Perusahaan harus lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan operasionalnya. Jalur ini bukan hanya akses tambang, tetapi juga digunakan masyarakat. Risiko kecelakaan sangat tinggi, terutama saat kondisi jalan licin akibat hujan,” ujar Haeruddin.

Sementara Humas PT CLM, Fauzi belum bersedia memberikan keterangan terkait peristiwa kecelakaan berulang yang menyebabkan korban jiwa.

Berulangnya kecelakaan fatal di kawasan operasional PT CLM kini memunculkan tuntutan agar instansi berwenang melakukan investigasi menyeluruh dan transparan. Masyarakat mendesak adanya evaluasi serius terhadap sistem keselamatan kerja, kondisi infrastruktur jalur hauling, serta mekanisme pengawasan operasional guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
———–