Syukuri Panen Melimpah, Bupati Luwu Timur Hadiri Tradisi Adat Mappadendang di Burau
Kamis 15 Januari 2026, 10:23 WITA
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Adi Barapi
Luwu Timur, HNMIndonesia.com – Sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah serta bentuk kegembiraan atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri acara adat Mappadendang yang digelar di Ujung Sidrap, Desa Mabonta, Kecamatan Burau, Kamis (15/01/2026).
Tradisi Mappadendang yang merupakan budaya turun-temurun masyarakat agraris tersebut berlangsung khidmat dan meriah, serta disambut antusias oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur petani sekaligus wujud pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Desa Mabonta yang terus konsisten menjaga dan melestarikan tradisi adat di tengah perkembangan zaman.
“Ini merupakan acara yang luar biasa dan sangat penting dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan budaya seperti ini,” ujar Bupati Irwan.
Ia juga mengaku terkesan dengan penampilan tarian Mappadendang yang melibatkan berbagai kalangan usia, mulai dari lansia, pralansia, hingga generasi muda. Menurutnya, keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya masih hidup dan diwariskan dengan baik.
Selain menghadiri prosesi adat, Bupati Irwan turut mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian di Desa Mabonta. Beberapa hal yang disampaikan warga di antaranya pembangunan jaringan irigasi serta peningkatan akses jalan tani guna menunjang produktivitas pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Irwan menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menginstruksikan jajaran Dinas Pertanian dan para penyuluh pertanian untuk segera melaksanakan Tudang Sipulung sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Tudang Sipulung ini akan menjadi forum bersama untuk membahas berbagai persoalan pertanian sekaligus menentukan arah pembangunan sektor pertanian ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui konsep Baruga Tani, seluruh program pertanian akan terintegrasi dalam satu data sehingga pelaksanaannya dapat lebih terarah dan tepat sasaran.
“Melalui forum ini, kami akan menyampaikan pola dan langkah-langkah strategis pengembangan pertanian sesuai konsep Baruga Tani. Program pertanian yang kita jalankan harus sesuai target agar memudahkan petani dan seluruh pihak terkait,” tandas Bupati Irwan.
Kegiatan Mappadendang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan masyarakat serta memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian dan pelestarian budaya di Kabupaten Luwu Timur.


Tinggalkan Balasan